LIMAPULUH KOTA, KP – Tiap bulan Ramadan atau saat menjalani ibadah puasa, kegiatan berburu makanan tradisional di pasar pabukoan di sejumlah pasar tradisional di beberapa nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, tampaknya telah menjadi kebiasaan bagi Irfendi Arbi.
Hal itu rutin dilakukannya ketika menjabat sebagai Wakil Bupati maupun sebagai Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021. Bahkan setelah tidak lagi memegang jabatan tersebut, ia tetap berburu makanan tradisional di sejumlah pasar pabukoan.
Pada hari pertama puasa Ramadan 1445 H, Irfendi Arbi tertangkap kamera bersama istri tercintanya, Monalisa, sedang berada di pasar pabukoan di Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa sore (12/3). Mantan pemimpin Kabupaten Limapuluh Kota itu terlihat asyik mencari makanan di lapak-lapak pedagang untuk berbuka puasa bersama keluarga.
Seperti pada bulan-bulan Ramadan sebelumnya, pasar pabukoan yang tersebar di seluruh Kabupaten Limapuluh Kota, yang buka dari pukul 14.00 hingga 18.30 WIB, menawarkan beragam makanan dan minuman, terutama makanan tradisional yang menggugah selera, yang didirikan oleh masyarakat saat bulan puasa tiba.
Beberapa makanan yang diminati masyarakat seperti randang, dendeng balado, gulai cancang, kalio jariang, dan gulai tunjang, asam padeh ikan, goreng patai jariang, ayam dan ikan bakar serta ayam dan ikan goreng, serta beragam jenis gulai dan sayuran seperti gulai cubadak, gulai paku, gulai pucu ubi yang bercampur dengan jengkol, dan gulai kacang panjang tersedia di lapak pedagang di pasar pabukoan.
“Setiap Ramadan, keluarga kami selalu menyempatkan diri untuk berburu makanan tradisional di pasar-pasar tradisional untuk dinikmati saat berbuka puasa,” kata Irfendi Arbi.
Menurut pria yang disebut-sebut bakal maju pada Pilkada Bupati Limapuluh Kota 2024 itu, keberadaan pasar pabukoan di pasar-pasar tradisional dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di nagari-nagari.
“Perputaran ekonomi masyarakat di pasar-pasar tradisional selama Ramadan terlihat meningkat dengan adanya pasar-pasar pabukoan di setiap nagari di Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkapnya.
Lebih dari itu, lanjutnya, kehadiran pasar pabukoan di berbagai nagari di Kabupaten Limapuluh Kota juga mempererat silaturahmi antar warga. (dst)
