PADANG, KP — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang, Selasa (11/8).
Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer. Antrean terpanjang terjadi di SPBU Pisang, disusul SPBU Pasar Ambacang sekitar 700 meter dan SPBU Taruko Bypass sekitar 300 meter.
Antrean didominasi truk yang hendak mengisi biosolar. Kendaraan terlihat memanjang hingga ke badan jalan, meski di beberapa titik diberi jarak untuk akses menuju bangunan di sekitar lokasi.
Sejumlah sopir mengaku harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Iswandi, sopir truk tronton, mengatakan telah menunggu sekitar empat jam di SPBU Taruko Bypass. “Saya sudah sekitar empat jam mengantre. Sekarang tinggal empat mobil lagi,” kata Iswandi dikutip dari Langgam.id..
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut, meski menduga adanya aktivitas pengisian oleh kendaraan tertentu. “Kalau mobil lansir pasti ada, tapi tidak bisa untuk ditandai,” katanya.
Sopir lainnya, Rahmat, memilih mengantre di SPBU Pisang sejak pukul 09.00 WIB. Ia baru mendapatkan giliran mengisi sekitar pukul 12.00 WIB. “Saya dari pagi mengantre. Sekitar tiga jam baru bisa mengisi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dedek, sopir mobil boks. Ia menilai antrean di SPBU Pisang cenderung panjang, tetapi peluang mendapatkan biosolar lebih pasti dibandingkan lokasi lain.
“Di sini memang lama antre, tapi biasanya tidak kehabisan. Kalau di tempat lain, sudah lama menunggu, kadang BBM-nya habis,” katanya.
Antrean kendaraan tersebut telah terlihat sejak pagi dan masih terjadi hingga siang hari. (lgm)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!