Jelang Tutup Tahun, Serapan 18 Proyek Infrastruktur Sumbar Baru 8,06 Persen

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mempercepat pelaksanaan 18 proyek infrastruktur strategis setelah memperoleh tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Sebanyak Rp258,45 miliar dari total tambahan TKD Rp534,98 miliar dialokasikan melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) untuk membiayai berbagai proyek yang ditargetkan rampung tahun ini.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armizoprades mengatakan, sebagian besar pekerjaan telah memasuki tahap pelaksanaan. Hingga Kamis (31/7), realisasi keuangan mencapai Rp20,84 miliar atau 8,06 persen, sedangkan realisasi fisik telah mencapai 20,53 persen.

“Sebagian besar kegiatan sudah mulai berjalan. Per 31 Juli kemarin, realisasi keuangannya mencapai 8,06 persen dan realisasi fisiknya 20,53 persen,” ujarnya di Padang, Jumat (7/8).

Ia menjelaskan, tambahan anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program yang dibiayai meliputi peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh, pembangunan drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan rutin jalan, pengadaan jembatan Bailey, hingga penguatan tata ruang dan pengawasan penyelenggaraan infrastruktur.

Dari total anggaran Rp258,45 miliar, alokasi terbesar digunakan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar. Selanjutnya rekonstruksi jalan Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan jembatan Bailey Rp14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan provinsi Rp15,85 miliar.

Menurut Armizoprades, progres pelaksanaan proyek masih sesuai jadwal. Realisasi fisik yang baru mencapai sekitar 20 persen disebabkan sebagian pekerjaan masih berada pada tahapan administrasi, pengadaan, dan pelaksanaan teknis sesuai ketentuan.

“Secara umum progresnya cukup baik. Realisasi fisik yang masih sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan terlambat, tetapi karena setiap kegiatan harus melalui tahapan teknis sebagai bagian dari proses pelaksanaan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat mendukung pelaksanaan proyek karena sejumlah pekerjaan diperkirakan menimbulkan gangguan sementara terhadap arus lalu lintas maupun aktivitas di sekitar lokasi pekerjaan.

“Kami memohon maaf apabila selama proses pekerjaan berlangsung terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun kelancaran lalu lintas. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari percepatan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” tutupnya. (fai)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!