Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Limapuluh Kota

by Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP — Angin kencang disertai hujan deras merusak puluhan rumah di dua nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (18/8) sore. Satu warga mengalami luka pada bagian kaki setelah terkena seng saat berupaya keluar dari rumah.

Dua nagari yang terdampak yakni Nagari Tanjuang Haro, Kecamatan Luak, dan Nagari Gurun, Kecamatan Harau. Kerusakan rumah umumnya terjadi pada bagian atap. Selain itu, terdapat pohon tumbang akibat kejadian tersebut.

Asisten I Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Alfian, mengatakan data awal mencatat 20 rumah terdampak di Nagari Gurun. Sementara pendataan kerusakan di Nagari Tanjuang Haro masih dilakukan.

“Di Kabupaten Limapuluh Kota ada dua nagari yang terdampak bencana, satu di Nagari Tanjuang Haro dan di Nagari Gurun. Masyarakat secara swadaya sudah melakukan evakuasi. Ada total 20 rumah di Nagari Gurun yang terdampak,” kata Alfian saat mengunjungi rumah warga yang terdampak di Nagari Gurun, Selasa malam.

Menurut Alfian, petugas BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan unsur pemerintahan nagari langsung turun ke lokasi setelah kejadian untuk membantu masyarakat.

“Alhamdulillah semua pihak langsung turun usai kejadian untuk membantu masyarakat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun ada satu orang ibu-ibu yang kakinya cidera/terluka. Saat ini sudah dibawa untuk menjalani pengobatan,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah akan melakukan kajian cepat untuk menentukan penanganan terhadap dampak bencana tersebut, termasuk kemungkinan penetapan status tanggap darurat.

“Kita akan kaji cepat, apakah ini masuk tanggap darurat atau dengan penanganan biasa. Mudah-mudahan besok kita sudah dapat langsung melakukan upaya apa selanjutnya tercepat untuk membantu masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Walinagari Gurun, Irman, mengatakan masyarakat langsung bergotong royong membantu warga yang rumahnya rusak.

“Dari kejadian tadi, dari data awal kami 20 rumah memang rusak di Nagari Gurun. Masyarakat yang terdampak saat ini menumpang di rumah tetangga dan keluarga untuk sementara. Rumah yang rusak umumnya di bagian atap,” katanya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, mengatakan data kerusakan masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui.

“Data yang ada masih bersifat sementara. Kami akan terus update dan informasikan kepada masyarakat dan kawan-kawan media,” ujarnya melalui Sekretaris BPBD M. Farid Wajidi.

Pernyataan tersebut disampaikan didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ririanto Eko Putra serta Kasi KD Didik Purwanto.

Saksi mata, Syafri Agusta, warga Jorong Lubuak Jantan, Nagari Gurun, mengatakan kejadian berlangsung menjelang magrib ketika hujan deras disertai angin kencang.

“Kejadian menjelang magrib secara mendadak saat hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa tersebut merusak rumah masyarakat saat mereka sedang berada di dalam rumah,” katanya.

Pasca kejadian, warga bersama pemerintah nagari, BPBD, Damkar, TNI, dan Polri melakukan evakuasi dan penanganan awal. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan sementara menumpang di rumah keluarga atau tetangga. (dst)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0