Bansos Banjir Dipersoalkan, Kecamatan Kuranji Siapkan Pendataan Ulang

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Sejumlah warga terdampak banjir di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, belum menerima bantuan sosial (bansos) tunai tahap pertama. Kecamatan Kuranji kini melakukan pendataan susulan untuk penyaluran bantuan tahap kedua.

Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengatakan, pendataan ulang dilakukan untuk memastikan warga yang rumahnya terdampak banjir dan memenuhi persyaratan masuk dalam daftar penerima bantuan.

Langkah tersebut dilakukan setelah pihak kecamatan menerima laporan masih adanya rumah warga terdampak yang belum terdata, terutama di Kelurahan Gunung Sarik.

“Pada Selasa (11/8), kami telah melakukan mediasi dan mengundang warga setempat serta pengurus RT dan RW terdampak untuk menyampaikan bantuan sosial susulan tahap kedua,” kata Rozaldi.

Bantuan tunai tersebut sebesar Rp2 juta bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir. Di Kecamatan Kuranji, bantuan menyasar Kelurahan Kuranji, Korong Gadang, dan Gunung Sarik.

Secara keseluruhan, sebanyak 191 rumah telah terdata sebagai penerima bantuan. Khusus Kelurahan Gunung Sarik, terdapat 74 rumah yang masuk dalam pendataan. Namun, sebagian warga yang terdampak banjir belum terakomodasi dalam penyaluran tahap pertama.

Rozaldi mengatakan, pihak kecamatan bersama kelurahan kini melakukan sosialisasi prosedur pendataan ulang kepada warga serta pengurus RT dan RW. Warga diminta melengkapi dokumen persyaratan sesuai ketentuan.

Data yang telah dilengkapi kemudian direkapitulasi pihak kecamatan untuk dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang. “Data tersebut sedang kami rekap untuk dikoordinasikan dan diteruskan kepada BPKAD Kota Padang untuk proses selanjutnya,” ujar Rozaldi.

Menurut dia, pencairan bansos susulan masih menunggu arahan dan petunjuk teknis dari organisasi perangkat daerah terkait.

Rozaldi berharap pendataan tambahan dapat berjalan lancar sehingga penyaluran bantuan berikutnya tidak kembali mengalami kendala.

52 Rumah Terdampak Hanya Satu Dapat Bantuan

Sebelumnya, belasan warga RT 01/RW 03 Kelurahan Gunung Sarik mendatangi kantor kelurahan, Rabu (12/8) siang. Mereka mempertanyakan penyaluran bantuan tunai Rp2 juta bagi warga terdampak banjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026.

Perwakilan warga sekaligus juru bicara RT 01/RW 03, Yasmin (34), mengatakan warga kecewa karena bantuan dinilai belum menyasar seluruh rumah yang terdampak.

Menurut Yasmin, sekitar 52 rumah di RT 01/RW 03 terdampak banjir. Ketinggian air saat kejadian disebut mencapai dada orang dewasa di luar rumah dan sekitar pinggang di dalam rumah. “Di RT kami itu ada 52 rumah yang terdampak, itu cuma satu orang yang diberi bantuan,” kata Yasmin dikutip dari TribunPadang.com.

Warga juga mempertanyakan proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan. Mereka meminta data penerima dibuka agar penyaluran bansos dapat diketahui secara transparan.

“Kami menuntut pihak kelurahan untuk transparan terkait bantuan. Kami minta data orang yang dapat bantuan dan siapa yang tidak dapat. Agar bantuan ini merata kepada seluruh korban,” ujarnya.

Persoalan penyaluran bantuan tersebut sebelumnya juga terekam dalam video yang beredar di media sosial pada Selasa (11/8). Dalam video tersebut, warga terlihat terlibat cekcok di kantor kelurahan sebelum situasi ditenangkan.

Warga berharap pendataan ulang terhadap rumah terdampak dilakukan secara menyeluruh sehingga bantuan tahap berikutnya dapat disalurkan secara tepat sasaran. (red/trb)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0