PADANG,KP — Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia (World Cerebral Palsy Day) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan terapi dan pendampingan anak dengan cerebral palsy (CP).
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Rafdinal, menegaskan pentingnya kepedulian bersama agar anak dengan CP mendapatkan perawatan dan dukungan yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rafdinal saat menghadiri peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Gedung DPRD Sumbar, Sabtu (24/10). Kegiatan yang digelar Yayasan Raga CP berkolaborasi dengan Departemen Psikologi Universitas Andalas tersebut mengusung tema “Unik dalam Cerita, Bersama Lebih Kuat”.
Rafdinal mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, anak penyandang disabilitas, khususnya anak dengan CP, membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
“Anak-anak penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian kita bersama, khususnya anak-anak dengan CP. Mereka membutuhkan perawatan dan terapi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia menyoroti kebutuhan terapi berkelanjutan yang harus dipenuhi keluarga. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, termasuk memahami cara memberikan perawatan dan latihan di rumah sesuai arahan tenaga profesional.
Karena itu, edukasi pengasuhan dan pendampingan psikologis bagi orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan CP. Selain membantu orang tua memahami kebutuhan anak, pendampingan juga dapat memperkuat kesiapan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.
Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia tersebut turut diisi diskusi bersama dosen Departemen Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas. Agenda ini menekankan pentingnya dukungan psikologis dan edukasi pengasuhan bagi orang tua yang mendampingi anak dengan CP.
Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Dinas Sosial Sumbar, Lili Fitriani, mengajak anak-anak dengan CP untuk tetap percaya diri dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Teruslah tersenyum dan kembangkan potensi yang ada. Sekarang sudah ada wadah untuk bersama-sama,” ujarnya.
Lili menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus mendorong terwujudnya lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Ia juga menyampaikan apresiasi gubernur kepada Yayasan Rumah Gadang CP atas upaya mendampingi anak dengan CP dan keluarga mereka.
Melalui peringatan bertema “Unik dalam Cerita, Bersama Lebih Kuat” atau #UniqueAndUnited, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dukungan bersama menjadi kunci untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak dengan CP agar dapat mengembangkan potensi dan menjalani kehidupan secara bermartabat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Raga CP, Raisa Karima, mengatakan peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026 menjadi ruang bagi orang tua untuk berbagi cerita, menyampaikan keluh kesah, dan mendiskusikan berbagai persoalan dalam mendampingi anak dengan cerebral palsy (CP) bersama dosen Departemen Psikologi Universitas Andalas.
Menurutnya, penguatan psikologis sangat dibutuhkan orang tua yang mendampingi anak dengan CP. Melalui ruang diskusi tersebut, orang tua diharapkan dapat memperoleh dukungan psikologis sekaligus pemahaman untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan.