PADANG, KP — Di tengah rumah yang masih rusak dan jembatan yang belum dibangun kembali, warga penyintas banjir bandang di Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tetap menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Upacara yang mengusung tema “Basurah Alam: Dari Bencana, Kita Belajar. Dari Perjuangan, Kita Bangkit” itu menjadi simbol semangat warga untuk bangkit setelah banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025.
Kawasan Gunung Nago merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Banjir bandang merusak rumah warga, lahan pertanian, hingga fasilitas umum, termasuk Jembatan Gunung Nago yang menjadi akses masyarakat.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, warga tetap berkumpul untuk mengikuti upacara dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Peserta upacara terdiri atas para penyintas banjir bandang, Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Dubalang Kota Padang, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Sebelum upacara dimulai, dikutip dari TribunPadang.com, Selasa (18/8) peserta terlebih dahulu melakukan latihan dan gladi singkat, termasuk untuk memastikan proses pengibaran bendera berjalan lancar.
Pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, hingga pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh peserta dari LPS Dubalang Kota Padang.
Suasana peringatan kemerdekaan berlangsung khidmat di tengah jejak bencana yang masih terlihat di kawasan tersebut. Kayu-kayu dan batu berukuran besar yang terbawa banjir bandang masih tampak di sejumlah titik.
Di sisi lain, kondisi aliran sungai mulai berubah setelah dilakukan normalisasi. Batu-batu besar yang sebelumnya terbawa arus kini tersusun di sepanjang tepian sungai sebagai bagian dari penataan kawasan.
Pada Senin pagi, air sungai terlihat mengalir relatif tenang dan jernih. Namun, di sekitar lokasi masih tampak sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Sementara itu, Jembatan Gunung Nago yang sebelumnya menjadi akses penting bagi warga hingga kini belum kembali dibangun. Sebelum diterjang banjir bandang, jembatan tersebut digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, baik pejalan kaki maupun kendaraan.
Upacara peringatan HUT ke-81 RI tersebut menjadi gambaran semangat warga Gunung Nago yang tetap menjaga rasa kebangsaan di tengah proses pemulihan pascabencana. (trb)