Home » Banjir Rendam Jalan Payakumbuh-Lintau, Akses Transportasi Lumpuh

Banjir Rendam Jalan Payakumbuh-Lintau, Akses Transportasi Lumpuh

Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP – Tingginya curah hujan yang terjadi sejak Senin sore (17/2) hingga malam hari menyebabkan aliran air dari Batang Sikali meluap dan merendam jalan raya Payakumbuh-Lintau. Titik terparah terjadi di penurunan jalan Prof. M. Yamin, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, tepat sebelum Bukit Sitabur.

Genangan air setinggi hampir 50 cm memutus akses jalan utama yang menghubungkan Payakumbuh dengan Lintau. Akibatnya, berbagai jenis kendaraan tidak dapat melintas. Warga setempat memasang pembatas di tengah jalan untuk mencegah kendaraan terjebak banjir atau terbawa arus.

Anto (35 tahun), warga Kecamatan Payakumbuh Timur, menjelaskan bahwa meskipun hujan di daerah tersebut tidak terlalu lebat, sumber banjir diperkirakan berasal dari kawasan Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padangpanjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah ini berada di kaki Gunung Sago, yang menjadi hulu aliran Sungai Batang Sikali.

“Genangan air mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Di sini hujan tidak lebat, tapi kemungkinan besar hujan deras terjadi di Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro. Karena wilayah kami lebih rendah, air langsung mengalir ke jalan,” ungkap Anto, Senin malam (17/2).

Warga juga memasang tanda penghambat di tengah jalan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada korban jiwa akibat banjir.

“Kami pasang tanda agar tidak ada kendaraan yang nekat melintas. Air dari Batang Talang dan Sikali meluap hingga ke badan jalan, sehingga kendaraan tidak bisa lewat selama beberapa jam,” tambahnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Erizon menjelaskan, luapan air dari kaki Gunung Sago berdampak pada enam kelurahan di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Limapuluh Kota. Banjir terparah terjadi di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur, yang merusak lahan pertanian dan kolam ikan milik warga.

“Banjir di Kelurahan Balai Jariang cukup parah, banyak lahan pertanian dan kolam ikan warga yang rusak akibat luapan air. Saat ini, tim BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian yang dialami masyarakat,” kata Erizon.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di jalan utama Payakumbuh-Lintau belum sepenuhnya surut, dan petugas masih berupaya membersihkan material sisa banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?