PADANG, KP – Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusukan di tubuhnya, di sebuah barbershop di kawasan Simpang Brimob, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu malam (9/3) sekitar pukul 21.20 WIB.
Insiden ini menggemparkan warga setempat yang sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Ryan (35 tahun) asal Bengkulu yang merupakan pemilik barbershop tempat kejadian.
Sejumlah saksi menyebut, sebelum ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis, sempat terdengar cekcok dan teriakan minta tolong dari dalam barbershop.
“Saya mendengar suara ribut-ribut, lalu ada teriakan minta tolong. Tapi kami tidak tahu pasti apa yang terjadi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Korban yang mengalami luka serius akibat senjata tajam sempat dilarikan ke Puskesmas Lubuk Buaya, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah. Jasadnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk diautopsi.
Polisi yang mendapat informasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Dalam waktu singkat, polisi berhasil terduga pelaku penusukan, berinisial YIA (20 tahun). Dia diringkus tim opsnal Polsek Koto Tangah di kawasan Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin dinihari (10/3) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengungkapkan, terduga pelaku merupakan warga Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Pelaku sempat melarikan diri ke tempat kerabatnya di daerah Gadut.
“Ia bersembunyi di sana dan berhasil diamankan tanpa perlawanan oleh tim gabungan,” kata Kompol Afrino.
Polisi yang memeriksa pelaku mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, motif pelaku diduga karena cinta segitiga sesama jenis. Pelaku diduga cemburu dan sakit hati dengan kedekatan korban sama pria lain. Pelaku mendatangi korban yang sedang bekerja lalu terjadi cekcok, di sanalah pelaku naik pitam dan menusuk korban.
Kompol Afrino menyebut, kepolisian akan melakukan reka ulang kasus ini setelah pihak keluarga korban tiba dari Bengkulu. (spc/ski/*)
