PASAMAN, KP – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, meluncurkan produk UMKM unggulan bernama Kacang DangRes (Kacang Rendang Rasa Enak dan Super), sebagai bagian dari pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Produk ini diolah dari kacang tanah hasil budidaya WBP, mendukung program ketahanan pangan dan reintegrasi sosial.
Kepala Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping, Resman Hanafi menjelaskan, Kacang DangRes merupakan inovasi untuk meningkatkan keterampilan wirausaha WBP.
“Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, fokus pada pemberdayaan WBP melalui UMKM,” ujarnya, Sabtu (5/6).
Menurutnya, proses pengolahan meliputi penjemuran, pemilahan, pembumbuan khas rendang, hingga pengemasan menarik, dilakukan WBP dengan pendampingan petugas.
Peluncuran perdana menghasilkan 200 bungkus Kacang DangRes seharga Rp5.000 per bungkus, dibuat secara tradisional tanpa pengawet dari hasil panen kacang tanah.
“Kami mengubah kacang mentah menjadi produk bernilai tinggi dengan kemasan menarik, siap bersaing di pasar lokal dan lebih luas,” tambah Resman.
Ia mengungkapkan, WBP yang terlibat aktif menerima premi dari penjualan sebagai motivasi dan bentuk pembinaan. Rutan Lubuk Sikaping juga menjalin koordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman untuk legalitas dan pemasaran produk.
“Sinergi ini membuka peluang perizinan dan memperkuat reintegrasi sosial WBP,” kata Resman.
Ia berharap program ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha WBP, mempersiapkan mereka berkontribusi positif di masyarakat pasca-masa tahanan. (nst)