Home » Evaluasi Pelaksanaan MBG, Pemko Padang Panjang Tekankan Soal Kepatuhan SOP

Evaluasi Pelaksanaan MBG, Pemko Padang Panjang Tekankan Soal Kepatuhan SOP

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG PANJANG, KP — Pemerintah Kota Padang Panjang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) serta sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu mengemuka dalam rapat evaluasi pelaksanaan MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Sonny Budaya Putra, di Ruang VIP Balai Kota, Jumat (10/10).

Sonny menegaskan, evaluasi menjadi langkah penting agar manfaat program benar-benar dirasakan siswa di seluruh sekolah. “Kejadian beberapa waktu lalu menjadi pembelajaran bagi kita, walaupun hasil resmi dari BPOM belum keluar. Masyarakat saat ini sangat sensitif terhadap informasi, apalagi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, MBG merupakan program nasional yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Karena itu, distribusi makanan harus dipastikan lancar, higienis, dan tepat sasaran. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program pada tahap berikutnya.

Saat ini, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi sejak tiga pekan lalu, dan ke depan ditargetkan tujuh SPPG akan beroperasi di Kota Padang Panjang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muji Sirwanto, dalam kesempatan itu menjelaskan kronologis kejadian yang sempat menjadi perhatian masyarakat. “Beberapa siswa SDN 09 dan SMPN 3 mengalami muntah satu kali, pusing, dan mual. Total ada 11 orang, dan hingga malam jumlah yang dibawa ke IGD mencapai 28 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar mengalami peradangan ringan dan semuanya telah pulang pada hari yang sama,” jelasnya.

Muji menambahkan, ada pula siswa yang belum sempat mengonsumsi makanan MBG namun mengalami gejala serupa. Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menilai penyebabnya. “Hingga saat ini, hasil laboratorium dari BPOM Padang masih dalam proses pengujian sampel makanan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah, menyampaikan bahwa sejumlah siswa SMAN 1 Sumbar yang sempat mengalami demam ternyata terindikasi ISPA. “Setelah diperiksa tim Puskesmas Gunung, hasilnya menunjukkan para siswa mengalami demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengujian sampel makanan MBG dan kualitas air minum di SMAN 1 Sumbar tengah dilakukan dan diperkirakan selesai dalam 7–10 hari. “Hasil awal pemeriksaan kimia pada air minum menunjukkan tidak ada kontaminasi zat kimia dan dinyatakan aman. Sementara pemeriksaan bakteriologis masih berlangsung,” ungkapnya.

Faizah memastikan Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan harian terhadap keamanan pangan olahan sebagai langkah pencegahan dini dan memastikan seluruh proses pengelolaan pangan berjalan sesuai standar. (kom)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?