BUKITTINGGI, KP — Pengacara senior M. Nur Idris resmi kembali memimpin Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Kota Bukittinggi untuk masa bakti 2025-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Kantor PDBI, Rabu (19/11).
Tingginya dukungan dari seluruh unit drumband sekolah, mulai dari TK hingga SLTA, mencerminkan kepercayaan atas kesuksesannya selama periode sebelumnya. Kepercayaan tersebut didasari oleh rekam jejak prestasinya, termasuk keberhasilan membawa Marchingband Gita Jam Gadang (MBGJG) milik Pemko Bukittinggi menjadi Juara I Kejuaraan Nasional Grand Prix Marching Band (GPMB) Open Senior tahun 2022 di Jakarta.
Selain prestasi, Nur Idris yang juga mantan anggota DPRD Bukittinggi dikenal sebagai sosok yang paling banyak membantu peralatan drumband bagi sekolah-sekolah di Bukittinggi melalui dana Pokir senilai Rp50 hingga Rp100 juta per sekolah. Dukungan material inilah yang mendorong peserta Muskot langsung menunjuknya secara aklamasi.
Nur Idris menyatakan rasa syukur dan siap menghidupkan kembali marwah drumband di sekolah-sekolah sebagai rutinitas ekstrakurikuler. Program utamanya adalah berkoordinasi dengan KONI untuk menggelar pelatihan pelatih drumband bagi guru kesenian, dilanjutkan dengan mengaktifkan kembali Marchingband Gita Jam Gadangsebagai sarana seleksi atlet profesional.
Ia secara tegas menargetkan Pemko Bukittinggi untuk menghidupkan kembali MBGJG yang telah vakum empat tahun karena dinilai kurang perhatian. Ia menekankan, MBGJG adalah aset pemko, sementara PDBI hanya bertugas membantu pelatihan dan menyiapkan atlet.
Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan PDBI yang baru ini, terutama dalam rencana reaktivasi MBGJG yang terbukti pernah menjuarai tingkat nasional. Ia meminta pengurus baru segera menyusun program kerja dan mulai mempersiapkan atlet secara dini, terutama untuk ajang seperti Porda Sumbar mendatang. (mas)