PADANG, KP — Pengusaha dan investor nasional, Sandiaga Uno, menegaskan World Islamic Entrepreneurs Summit (WIES) 2025 yang digelar di Kota Padang, memiliki peran besar sebagai pendorong ekosistem usaha global. Berbicara di tengah masa duka akibat bencana banjir di Sumatra, Sandiaga menekankan WIES harus berkembang menjadi forum kelas dunia setara World Economic Forum versi dunia usaha Islam.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menyampaikan hal ini di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (28/11). Ia membuka sesi dengan mendoakan keluarga yang terkena musibah banjir bandang di Sumatera Barat dan kawasan lainnya agar segera pulih. Sandiaga mengapresiasi dukungan pemerintah dan menegaskan sinergi ini penting bagi penguatan iklim investasi nasional.
WIES 2025, menurutnya, tidak hanya fokus pada perputaran uang tetapi pada kapital, seperti saham, kolaborasi, dan joint venture. Ia juga menggarisbawahi pentingnya agenda ekonomi hijau di tengah krisis iklim.
“Krisis iklim dan anomali cuaca adalah kenyataan yang kita hadapi. Ekonomi hijau menjadi agenda yang tidak bisa kita abaikan,” ucapnya.
Sandiaga optimistis, WIES yang kini dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat menjadi pusat diskusi global mengenai teknologi masa depan, termasuk artificial intelligence (AI) dan robotika. Ia mengajak pelaku membangun silaturahmi dan menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Sementara itu, Ketua Panitia WIES 2025, Sari Lenggogeni mengakui, penyelenggaraan konferensi yang dibuka Kamis (27/11) berlangsung di tengah suasana duka akibat bencana. Ia juga menyebut persiapan hanya efektif satu bulan karena dinamika regulasi di tingkat nasional.
Meski demikian, antusiasme peserta sangat tinggi. Registrasi resmi ditutup tiga hari sebelum acara karena seluruh kuota telah terpenuhi, dengan peserta dari lebih dari 13 negara. Sari menyampaikan, WIES bertujuan menjadi ruang bertemunya kebutuhan UMKM dengan peluang kolaborasi regional dan internasional.
“WIES ini seperti pasar yang mempertemukan supply dan demand. Kita disambut positif oleh Yayasan Hasanah Malaysia yang turut menjadi sponsor dan membawa UMKM dari negara mereka,” ujarnya. (mas)
