Home » Usai Viral di Medsos, Perbaikan Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya Dikebut

Usai Viral di Medsos, Perbaikan Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya Dikebut

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Sumbar) melakukan perbaikan geometri perlintasan sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku di kawasan Lubuk Buaya. KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, serta memastikan prasarana perkeretaapian tetap andal dan sesuai standar keselamatan.

Sebelumnya, pada Senin (5/1), kondisi perlintasan tersebut sempat viral di media sosial. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan banyak pengendara, terutama roda dua, mengalami kesulitan melintasi perlintasan yang tengah dalam proses perbaikan. Bahkan, beberapa pengendara dilaporkan terjatuh akibat permukaan jalan dan rel yang tidak rata dan licin. Sementara itu, sejumlah kendaraan roda empat tampak tersangkut di area perlintasan.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk. Warga sekitar dan pengguna jalan juga menyampaikan keluhan karena belum tersedianya permukaan lintasan yang aman untuk dilalui kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan, pekerjaan itu merupakan langkah preventif untuk menekan potensi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Perbaikan geometri perlintasan sebidang ini merupakan upaya KAI untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan selamat, sekaligus memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi pengguna jalan,” ujar Reza, Selasa (6/1).

Ia mengungkapkan, pekerjaan meliputi angkatan rel, pelurusan jalur, serta pemadatan batu balas sesuai standar teknis perkeretaapian.

Secara teknis, petugas membuang balas kotor hingga sekitar 15 sentimeter di bawah bantalan, kemudian menggantinya dengan balas baru yang dipadatkan melalui proses angkatan dan pelurusan rel.

Selain perbaikan jalur rel, KAI juga melakukan pengaspalan pada bagian jalan yang berlubang di area perlintasan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. “Durasi pekerjaan bergantung pada kondisi lintasan dan faktor cuaca. Kami memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan secepatnya tanpa mengurangi aspek keselamatan,” katanya.

Selama proses perbaikan, KAI mengimbau pengguna jalan mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lokasi.

Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 94 Tahun 2018, kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status jalan. Sementara itu, KAI bertanggung jawab terhadap pemeliharaan konstruksi jalur rel.

KAI Divre II Sumbar menegaskan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. (red)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?