PADANG, KP — MAN 3 Kota Padang mengukuhkan komitmen manajerialnya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja (Perkin) Kepala Madrasah Tahun 2026 di hadapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, Selasa (13/1).
Momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian prestasi bagi madrasah tersebut dengan menyabet dua penghargaan prestisius dalam tata kelola keuangan di lingkungan Kemenag Kota Padang.
Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, MAN 3 Kota Padang diumumkan meraih peringkat ketiga sebagai Satuan Kerja (Satker) dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tertinggi Semester II Tahun 2025. Prestasi ini kian lengkap dengan terpilihnya Lusiana Nursyid, operator keuangan MAN 3 Kota Padang, sebagai peringkat pertama Operator Keuangan Terbaik tingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tahun 2025.
Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menegaskan bahwa Perkin yang ditandatangani merupakan kontrak kinerja nyata yang menuntut pelayanan pendidikan berkualitas, transparan, dan akuntabel. Ia mengapresiasi capaian MAN 3 Kota Padang yang mampu menyelaraskan tugas kepemimpinan dengan pengelolaan anggaran yang disiplin dan profesional.
“Perkin ini bukan sekadar dokumen formal, namun merupakan kontrak kinerja yang harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel,” tegas Edy Oktafiandi dalam arahannya.
Sementara, Kepala MAN 3 Kota Padang, Hj. Marliza, menyampaikan rasa syukur atas capaian ganda yang diraih instansinya. Menurutnya, penghargaan IKPA dan apresiasi terhadap operator keuangan merupakan buah dari sinergi seluruh tim yang berkomitmen menjaga integritas dalam tata kelola keuangan madrasah.
Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi MAN 3 untuk menjalankan target-target yang tertuang dalam Perkin 2026.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh warga MAN 3 Kota Padang untuk terus meningkatkan kinerja, sejalan dengan komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Tahun 2026,” ungkap Marliza.
Dengan rentetan prestasi tersebut, MAN 3 Kota Padang semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga berintegritas tinggi dalam manajemen birokrasi.
“Disiplin dalam pelaksanaan anggaran diharapkan terus menjadi budaya kerja guna mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi seluruh siswa,” pungkas Marliza. (ak)
