PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat komitmen penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) melalui kebijakan pengadaan barang dan jasa.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat membuka kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kamis (12/2).
Menurut Fadly, belanja pemerintah merupakan instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan pengadaan harus berpihak pada produk dalam negeri sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Pengadaan barang dan jasa harus menjunjung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memberi kesempatan bagi perusahaan lokal agar bisa tumbuh dan sejahtera. Inilah sinkronisasi yang ingin kita dorong,” ujarnya.
Ia menegaskan, perangkat daerah harus cermat dalam menentukan penyedia, dengan tetap menjaga prinsip kualitas dan efisiensi harga tanpa mengabaikan keberpihakan pada pelaku usaha lokal.
Fadly mengungkapkan, capaian TKDN Kota Padang saat ini telah mencapai 71,3 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan komitmen nyata seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengutamakan produk dalam negeri, meski ke depan masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada OPD dengan realisasi tertinggi komitmen belanja PDN. Penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk semakin optimal mengimplementasikan kebijakan P3DN.
Sementara itu, Owner PT Ayooklik Jbros Teknologi, Hendri Gunawan, menyambut positif langkah Pemko Padang.
Ia menilai kegiatan business matching membuka ruang pertemuan langsung antara pelaku usaha dan OPD, sehingga peluang kerja sama semakin konkret. (red)