PADANG, KP — Bulan suci Ramadan 1447 H harus menjadi titik balik bagi masyarakat Sumatera Barat untuk memperkuat kualitas karakter dan kepedulian terhadap sesama. Ibadah puasa tahun ini diharapkan tidak hanya berhenti pada ritual fisik, namun mampu melahirkan transformasi spiritual yang berdampak nyata pada penguatan ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pesan tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid Muhajirin, Wisma Indah 3, Tabing, Rabu (18/2).
Ia mengajak jemaah menjadikan Ramadan sebagai “bulan pendidikan” untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kuantitas ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan bersedekah.
“Ramadan adalah bulan pendidikan bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mari kita manfaatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujar Mahyeldi dalam tausiahnya.
Senada dengan itu, Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi menekankan pentingnya disiplin ibadah dan refleksi nilai-nilai spiritual. Saat menunaikan tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Haadi, Kecamatan Lubuk Begalung, ia mengingatkan bahwa ketenangan dan kebersamaan adalah kunci agar suasana ibadah di Ranah Minang tetap kondusif dan penuh keberkahan. (ak/*)