PADANG, KP — Peristiwa tragis menimpa tiga remaja di jalur perlintasan kereta api kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, dekat SMPN 13 Padang, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu malam (7/3). Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis setelah tertemper KA B56A Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino mengungkapkan, identitas korban tewas adalah Wahyu Rizki Anugrah (18 tahun) dan David Ricardo (18 tahun). Sedangkan satu korban lainnya, Valza (17 tahun), saat ini tengah menjalani perawatan intensif karena luka serius. Ketiganya merupakan pelajar SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Insiden bermula sekitar pukul 19.00 WIB, saat para korban duduk di atas rel untuk menunggu rekan-rekan mereka selesai bermain futsal. Diduga karena keasyikan mengobrol, mereka tidak menyadari kedatangan kereta api yang melaju dari arah Padang menuju Pariaman.
“Kereta api langsung menabrak tiga remaja yang sedang duduk di atas rel hingga terpental. Personel segera kami kerahkan untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hermina Padang,” ujar Afrino, Minggu (8/3).
Saksi mata di lokasi, Ita menyebutkan, kejadian berlangsung sangat cepat sesaat setelah warga selesai berbuka puasa. Ia mendengar teriakan histeris warga dan melihat kerumunan massa yang berupaya memberikan pertolongan kepada para korban yang terkapar di pinggir rel.
Masisnis Sudah Bunyikan Klakson Berulang Kali
Pihak PT KAI Divre II Sumatera Barat menyampaikan duka mendalam atas musibah di KM 15+400 petak jalan Stasiun Padang–Stasiun Tabing tersebut. Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa masinis telah berulang kali membunyikan semboyan 35 (klakson) sebagai peringatan, namun para korban tidak sempat menghindar.
Reza menegaskan, area jalur kereta api adalah Ruang Manfaat Jalur (Rumaja) yang tertutup untuk kepentingan umum sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di atas rel, termasuk duduk-duduk atau bermain.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur rel demi keselamatan bersama,” tegas Reza.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan PT KAI terus melakukan koordinasi untuk memperketat pengawasan di area rawan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ant)