SOLOK, KP – Sebanyak 1.000 keluarga di Kabupaten Solok mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena merasa sudah mampu dan mandiri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur di Solok, Jumat lalu (24/4) mengatakan sebanyak 1.000 lebih keluarga yang mengundurkan diri dari penerima bantuan tersebut merupakan atas inisiatif sendiri karena dirasa tidak lagi layak sebagai penerima bansos.
“Beberapa waktu yang lalu, Dinas Sosial bersama BPS Kabupaten Solok telah berhasil merapikan data penerima bansos di Kabupaten Solok dan terdata lebih kurang 1.000 keluarga yang mengundurkan diri sebagai penerima,” katanya.
Dengan demikian kata dia Kabupaten Solok juga menjadi kabupaten/kota dengan capaian tertinggi di tingkat nasional.
Selain itu, fenomena ini didorong oleh kesadaran ekonomi, serta penempelan labelisasi di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan sosial di wilayah Kabupaten.
Pemasangan labelisasi tersebut sebagai upaya pemerintah dalam merapikan data agar bantuan lebih tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Solok mulai memasang label bagi keluarga penerima bantuan sosial, Kamis (23/4). Tahap awal pemasangan label tersebut dilakukan di Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung.
Ia menyebut berdasarkan ata Dinas Sosial Kabupaten Solok, khusus di Kecamatan Kubung tercatat 1.700 rumah penerima bansos. Sementara di Nagari Kotobaru tercatat 435 rumah yang terdata dan akan dipasangi label penerima bansos.
Menanggapi hal itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pemasangan label keluarga penerima manfaat merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah terhadap bantuan yang diberikan. “Hal ini menjadi bukti kepada masyarakat untuk kesesuaian sasaran penerima bantuan,” ujar dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam hal ini ia juga berpesan kepada koordinator penerima bansos agar mendata penerima yang betul-betul membutuhkan bantuan.
“Kita tentu berkeinginan untuk membantu seluruh masyarakat kita, namun dengan keterbatasan kita saat ini maka yang benar-benar masyarakat miskin dan kurang mampu yang menjadi prioritas kita saat ini,” ujar dia. (ant)
