PAYAKUMBUH, KP – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat upaya penurunan stunting sekaligus ketahanan pangan dengan menyalurkan 6.000 baglog atau media tanam jamur tiram kepada keluarga miskin berisiko stunting.
Program yang dirangkai dengan pelatihan budidaya tersebut digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan, baru-baru ini dan diikuti 40 kepala keluarga dari sejumlah kelurahan prioritas.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta diwakili Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan, program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus peningkatan gizi keluarga.
“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi gejolak harga dan tekanan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, budidaya jamur tiram dipilih karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki nilai ekonomi dan kandungan gizi yang tinggi. “Ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang harus dikelola dengan serius agar menjadi sumber pendapatan keluarga,” tegasnya.
Ia menambahkan, jamur tiram mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi pemenuhan gizi, khususnya untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan, program ini menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang terdata dalam DTSEN, dengan prioritas wilayah yang masuk kategori rentan pangan. Setiap peserta mendapatkan 150 baglog siap panen serta pelatihan teknis budidaya dalam satu hari.
“Kami berharap bantuan ini memberi manfaat ganda, meningkatkan gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga,” katanya.
Pemko Payakumbuh menegaskan, intervensi penanganan stunting tidak lagi hanya berbasis bantuan jangka pendek, tetapi diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha produktif berbasis potensi lokal. (dst)