SOLOK, KP — Pemerintah Kota (Pemko) Solok bergerak cepat menyikapi kondisi darurat bencana banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Intensitas hujan tinggi menyebabkan luapan di Batang Lembang dan Batang Gawan, mengakibatkan genangan di permukiman warga.
Berdasarkan data sementara BPBD Kota Solok, tercatat sebanyak 752 Kepala Keluarga atau 2.947 jiwa terdampak banjir. Petugas gabungan kini fokus pada mitigasi penyelamatan dan pendistribusian bantuan logistik.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra menegaskan, keselamatan warga merupakan prioritas utama dalam penanganan darurat ini. Sejak awal kejadian, Pemko Solok telah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk personel gabungan dari BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI-Polri, serta relawan.
“Kami meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pemerintah, tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Ramadhani Kirana Putra, Jumat (28/11).
Ia secara khusus mengimbau warga yang berada di kawasan pinggiran Batang Lembang dan Batang Gawan agar segera melapor kepada petugas atau aparat kelurahan setempat jika kondisi air mulai meningkat.
Selain penanganan darurat dan evakuasi, Pemko Solok juga melakukan langkah antisipasi berupa pembersihan saluran air di kawasan yang rawan tersumbat. Monitoring intensif dilakukan di titik-titik rawan banjir sepanjang aliran sungai untuk meminimalisir risiko.
Wako Ramadhani juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke drainase dan sungai agar aliran air tetap lancar.
“Kolaborasi dan gotong royong adalah kunci kita mengatasi situasi ini. Terima kasih kepada masyarakat, relawan, dan seluruh unsur yang terlibat,” tambahnya.
Untuk kebutuhan koordinasi, Posko Siaga Banjir BPBD Kota Solok beroperasi 24 jam dan dapat dihubungi melalui kontak 08126771299 atau call center 112. (mas)