PADANG PARIAMAN, KP – Sebanyak 24.497 keluarga yang berisiko stunting di Padang Pariaman mendapat pendampingan dari 783 anggota Tim Pendampingan Keluarga (TPK).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Padang Pariaman, Elfi Delita mengatakan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Padang Pariaman pada tahun 2023 berada di angka 19,4 persen.
“Tahun ini ditargetkan secara nasional untuk mencapai angka 14 persen. Mudah-mudahan Padang Pariaman bisa mencapainya, dan bupati berharap angka tersebut bisa lebih rendah lagi,” ujar Elfi, Jumat (12/7).
Untuk mencapai target itu, Elfi menyatakan berbagai upaya terus dilakukan, termasuk melalui tim pendamping keluarga yang terdiri dari bidan desa, kader PKK, dan kader KB yang bergerak di lapangan untuk mendampingi keluarga yang berisiko stunting.
“Demi mendapatkan hasil yang maksimal, tim TPK yang berada di bawah koordinator penyuluh KB di kecamatan terus bekerja untuk mengawasi keluarga yang berisiko stunting,” ucapnya.
Elfi menjelaskan, anggota TPK menerima uang bulanan dan pulsa dari dana BOKB dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar per tahun untuk 783 pendamping.
“Jika TPK menemukan kasus ibu hamil yang berisiko stunting, maka tugas dan fungsi penanganan ada di pihak puskesmas dan dinas kesehatan,” lanjutnya.
Elfi menegaskan, peran DP3AKB bersifat promotif dan preventif, yaitu mencegah ibu hamil dari risiko stunting yang dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan serta memastikan bayi yang lahir sehat dan tidak mengalami stunting. (wrm)
