PESISIR SELATAN, KP — Kesadaran teologis dan semangat berbagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan dalam menunaikan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menunjukkan tren positif. Berdasarkan rekapitulasi data makro, sirkulasi pemotongan hewan kurban di 15 kecamatan di daerah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Merujuk data resmi Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, akumulasi kuota hewan kurban yang disembelih serentak pada lebaran haji tahun ini menembus angka 4.602 ekor. Rincian komoditas kurban tersebut terdiri dari 4.336 ekor sapi jantan, 34 ekor sapi betina, 17 ekor kerbau jantan, 24 ekor kerbau betina, serta 191 ekor kambing jantan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi memaparkan, perolehan angka ini melonjak bila dikomparasikan dengan performa kurban tahun 2025 lalu yang mentok di angka 4.407 ekor.
“Terdapat grafik kenaikan rill dalam jumlah pemotongan hewan kurban di tengah masyarakat. Grafik tahun ini mencapai 4.602 ekor, yang artinya ada penambahan pasokan sekitar 195 ekor hewan kurban. Realitas ini menjadi indikator positif bahwa daya beli, keteguhan iman, dan antusiasme warga untuk berbagi masih sangat tinggi, sekalipun situasi ekonomi makro belum sepenuhnya pulih stabil,” ungkap Hamdi, Jumat (29/5).
Ia menguraikan, dari peta sebaran wilayah, Kecamatan Lengayang sukses bertengger sebagai daerah dengan kantong pemotongan sapi jantan terbanyak, yakni menyentuh 731 ekor. Posisi kedua ditempati Kecamatan Sutera dengan pasokan 542 ekor sapi jantan, dan disusul Kecamatan Batang Kapas sebanyak 445 ekor sapi jantan.
Selanjutnya, sirkulasi kurban di Kecamatan Bayang tercatat memotong 379 sapi jantan, 16 sapi betina, dan 4 kambing jantan. Wilayah Tarusan mengeksekusi 351 sapi jantan, 7 sapi betina, serta 5 kambing. Di koridor Kecamatan IV Jurai, jumlah pemotongan berada pada angka 284 sapi jantan dan 16 kambing jantan. Ranah Pesisir mengemas 352 sapi jantan dan 3 kambing, sementara Linggo Sari Baganti mendistribusikan 344 sapi jantan.
Untuk klaster wilayah selatan, Kecamatan Airpura mencatat penyembelihan 202 sapi jantan, 2 sapi betina, 12 kerbau jantan, dan 1 kambing. Pancung Soal mengemas 227 sapi jantan, 1 sapi betina, 5 kerbau jantan, serta 16 kambing. Ranah Ampek Hulu Tapan membukukan 108 sapi jantan dan 11 kerbau betina, disusul Basa Ampek Balai Tapan dengan 124 sapi jantan, 13 kerbau betina, dan 2 kambing. Menariknya, Kecamatan Silaut tampil dominan untuk pemotongan kambing terbanyak yang menyentuh 117 ekor di samping menyembelih 113 sapi jantan. Sedangkan Lunang mencatatkan 35 sapi jantan dan 10 ekor kambing.
Guna menjamin keamanan pangan publik, Dinas Pertanian menerjunkan tim dokter hewan dan pengawas ke lapangan. Skema pemeriksaan klinis diaplikasikan secara ketat lewat uji ante-mortem (sebelum dipotong) dan post-mortem (sesudah dipotong) untuk menggaransi daging kurban yang didistribusikan ke rumah warga benar-benar higienis, sehat, bebas penyakit zoonosis, dan layak konsumsi. (don)