PARIAMAN, KP – Sebanyak 48 kepala desa di Kota Pariaman melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta dan Bandung sejak Senin (19/5) dan dijadwalkan kembali pada Jumat (23/5). Kegiatan ini dilakukan di tengah upaya efisiensi penggunaan anggaran pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kota Pariaman, Yalvi Endri menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait mekanisme pelelangan aset desa.
Menurutnya, saat ini proses lelang masih harus melalui lembaga resmi yang biayanya kerap tidak sebanding dengan nilai aset yang dilelang.
“Contohnya, jika aset desa hanya bernilai Rp2 juta hingga Rp5 juta, maka biaya pelelangannya bisa lebih besar dari nilai aset itu sendiri,” kata Yalvi Endri, Rabu (21/5).
Ia menyebut, melalui konsultasi tersebut, para kepala desa ingin mengetahui kemungkinan pelaksanaan lelang secara kolektif di tingkat kota tanpa melibatkan lembaga pelelangan.
Yalvi menegaskan, keberangkatan para kepala desa tersebut telah direncanakan sebelumnya dan menggunakan anggaran dari masing-masing pemerintah desa.
“Petunjuk teknis soal lelang juga belum turun, jadi perlu koordinasi langsung ke Kemendagri,” ujarnya.
Setelah dari Jakarta, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bandung untuk melakukan studi tiru mengenai program ketahanan pangan desa. Hal ini dilakukan karena sejumlah desa di Pariaman masih menghadapi kendala dalam merealisasikan program tersebut.
“Di Kabupaten Bandung, program ketahanan pangan sudah berjalan. Kepala desa kita bisa belajar langsung dari penerapannya di lapangan,” tambah Yalvi.
Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan pemahaman soal pengelolaan aset desa dan ketahanan pangan, tetapi juga dapat diimplementasikan di masing-masing desa.
Menanggapi kritik yang muncul, Yalvi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas aparatur desa. Ia juga memastikan bahwa pelayanan dasar di desa tetap berjalan karena sebelumnya telah dikoordinasikan dengan perangkat yang tidak ikut dalam rombongan. (ant)