TANAH DATAR, KP — Ratusan warga di Batusangkar menandatangani komitmen bersama dalam deklarasi penolakan berbagai penyakit masyarakat yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Minggu (5/7). Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan menjaga nilai adat, budaya, dan agama di daerah itu.
Deklarasi tersebut diinisiasi Polres Tanah Datar dan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat. Selain penolakan terhadap praktik LGBT, kegiatan juga menyoroti upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang lainnya.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah bersama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
“Kita di Luhak Nan Tuo memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, mari menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan nilai tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga melalui pembinaan dan pengawasan terhadap anak sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto menegaskan deklarasi ini merupakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Kami mengajak masyarakat memerangi penyakit masyarakat melalui langkah pencegahan, pembinaan, dan pengawasan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap generasi muda serta mendorong penguatan pendidikan karakter dan layanan pendampingan.
“Ke depan pemerintah daerah akan menyiapkan layanan psikolog untuk mendukung pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Tanah Datar Yendri Junaidi bersama Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Dt Andomo menyebut upaya pencegahan terus dilakukan melalui peran ulama, tokoh adat, dan pemerintah daerah, termasuk mendorong regulasi yang sesuai ketentuan.
Gerakan “Kembali ka Surau” juga dinilai mendukung pembinaan karakter generasi muda. Saat ini, sejumlah nagari mulai mengaktifkan kembali rapat suku dan rapat kaum sebagai sarana pembinaan anak kemenakan.
Deklarasi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan masyarakat dan unsur pemerintah sebagai simbol kesepakatan menjaga nilai sosial di Tanah Datar. (yon)