PADANG PANJANG, KP – Mukhlis Sabri, warga Kelurahan Tanah Pak Lambik, Kecamatan Padang Panjang Timur, membuktikan bahwa budidaya kambing Peranakan Etawa (PE) tidak hanya bisa berhasil di Pulau Jawa, tetapi juga di daerah lain. Dengan ketekunan dan pengetahuan yang terus diasah, Mukhlis atau akrab disapa Ari, berhasil mengembangkan peternakan kambing PE di halaman belakang rumahnya sejak akhir 2017.
Ari memulai peternakannya hanya dengan satu ekor kambing Manggala. Pada 2018, ia membeli tiga ekor indukan Jawa Randu, tanpa pejantan, Kambig itu disilangkan dengan jantan PE milik temannya. Pada Juli 2019, Ari akhirnya membeli pejantan pertama yang ia beri nama Gendut, serta dua ekor indukan PE yang berhasil melahirkan anakan PE grade 1.
Saat ini, peternakan Ari, yang diberi nama Ari Farm, memiliki 33 ekor kambing PE, termasuk empat ekor kambing produktif yang menghasilkan sekitar 5-6 liter susu setiap hari, dengan total produksi mingguan mencapai 35 liter. Susu tersebut didistribusikan ke berbagai wilayah, seperti Solok, Padang, dan Bukittinggi.
Selain fokus pada produksi susu, Ari juga aktif mengikuti berbagai kontes ternak. Beberapa prestasi yang berhasil ia raih, antara lain harapan 1 untuk Kelas Betina PE Kelas A dengan bobot 87,5 kg di Solok, serta juara 1 untuk Kelas Jantan Cross Boer Dewasa di Kampar Kiri Tengah.
Ari juga akan berpartisipasi dalam Expo Kontes Ternak 2024 yang diadakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh, dengan mengikuti tiga kelas, yakni Kelas Eksibisi Kambing Ekstrem, Kelas Kambing Hias, dan Kelas Betina PE I.1-I.2.
Ia berharap semakin banyak peternak kambing PE bermunculan di Padang Panjang, menjadikan kota ini sebagai pusat pembelajaran beternak kambing PE. (mas)