BUKITTINGGI – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru beroperasi sebanyak tiga unit, sehingga belum menjangkau seluruh siswa di Kota Bukittinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, seperti dikutip dari TribunPadang.com, Kamis (25/9).
Ramlan menyebut, saat sekarang jumlah dapur MBG baru beroperasi sebanyak tiga unit, sehingga belum memenuhi kebutuhan makan seluruh siswa di Bukittinggi. “Kalau kita perkirakan satu dapur dapat menyediakan 2.000 lebih, maka baru 7.000 orang yang dapat MBG,” kata Ramlan.
Ia menjelaskan, sebanyak 7.000 porsi lebih tersebut baru bisa dirasakan oleh sejumlah pelajar, mulai dari TK, SD, SMP dan SLTA. “Namun, tiga dapur lagi akan beroperasi pada awal Oktober 2025,” jelasnya. “Tentu sudah bisa mencapai sekitar 15.000 porsi MBG,” sambung Ramlan.
Kendati sudah beroperasi sebanyak enam dapur nantinya, Ramlan menyebut masih jauh untuk pemenuhan MBG bagi seluruh pelajar di Bukittinggi.
Ini masih jauh lagi. Kita harapkan nanti dapur kita lengkap, agar anak-anak kita makan di sini,” pungkas Ramlan.
Sebelumnya diberitakan, Satuan Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyebut sebanyak 16 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal tersedia di Kota Bukittinggi. Namun dari 16 dapur tersebut, saat sekarang baru tiga yang beroperasi untuk menyuplai MBG bagi para siswa di Kota Bukittinggi. Sedangkan tiga dapur bakal beroperasi pada awal Oktober 2025 mendatang dan 10 lagi masih pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris SPPI Kota Bukittinggi, Magdalena saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 3 Bukittinggi, Rabu (24/9). “Dari total 16 dapur MBG, baru tiga yang beroperasi,” ucap Magdalena.
Ia menjelaskan titik lokasi dari tiga dapur MBG tersebut berada di tiga kelurahan yang ada di Kota Bukittinggi. “Di Kelurahan Bukit Apit, Kelurahan Aur dan Kelurahan Campago Ipuah,” bebernya.
Sementara itu kata Magdalena, tiga dapur lagi bakal beroperasi pada awal Oktober 2025 mendatang.
“Direncanakan akan beroperasi pada awal Oktober,” sebutnya. Namun kata Magdalena, sebanyak 10 dapur MBG masih dalam tahap pembangunan dan belum dapat diperkirakan waktu beroperasinya. “Beberapa sudah dibangun, tinggal menunggu seratus persen siap untuk beroperasi,” tambahnya. (trb)