PAINAN, KP KP – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, memberikan instruksi khusus kepada seluruh pemerintah nagari untuk ikut serta dalam mendukung peningkatan pendidikan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu namun berprestasi.
Instruksi tersebut disampaikan langsung Hendrajoni saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Pessel, Senin (29/9). Dalam arahannya, ia meminta setiap nagari membiayai minimal dua orang warganya untuk melanjutkan kuliah.
Menurut Bupati, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Pessel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut. Ia menilai pendidikan tinggi merupakan kunci dalam mendorong kemajuan daerah.
“Minimal dua orang per nagari harus dibiayai kuliahnya oleh nagari. Jangan sampai anak-anak pintar kita berhenti hanya karena tidak mampu,” tegas Hendrajoni di hadapan para ASN dan perangkat daerah yang hadir dalam apel tersebut.
Ia menambahkan, potensi anak nagari yang cerdas dan berprestasi harus difasilitasi secara serius agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah di masa depan.
Bupati juga mengingatkan bahwa Pessel memiliki 182 nagari yang tersebar di 15 kecamatan. Jika setiap nagari menjalankan instruksi ini, akan ada setidaknya 364 mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi setiap tahunnya. “Dengan langkah ini, kita tidak hanya membantu individu, tapi juga mempercepat pemerataan kualitas SDM di seluruh pelosok nagari,” ujar Hendrajoni.
Ia mendorong wali nagari untuk segera mengalokasikan anggaran yang memadai dalam APB Nagari masing-masing guna merealisasikan program bantuan pendidikan tersebut mulai tahun ajaran mendatang.
Pemerintah daerah juga akan menyiapkan regulasi pendukung serta melakukan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan instruksi ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan kebijakan ini, Hendrajoni berharap muncul generasi muda Pessel yang unggul, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, meskipun berasal dari latar belakang ekonomi terbatas. (don)