LUBUK SIKAPING, KP — Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman menggencarkan vaksinasi anjing dan kucing guna mencegah potensi penularan rabies. Program ini dilaksanakan secara gratis dengan target 1.000 dosis vaksin.
Sekretaris Dinas Pertanian Pasaman, drh. Listiyanto, Rabu (3/9), mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi. “Pemkab Pasaman sangat memberi atensi terhadap kasus rabies. Vaksinasi ini bagian dari pencegahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan daerah setempat. Hingga Agustus 2025, realisasi vaksinasi sudah mencapai 1.000 dosis. “Jika diperlukan, akan disiapkan vaksin lanjutan agar Pasaman bisa zero kasus rabies,” kata Kabid Peternakan, drh. Maimunah.
Ia menjelaskan, saat ini tidak ada kasus rabies positif di Pasaman. Namun, tercatat 102 kasus gigitan hewan, mayoritas oleh anjing. “Kasus gigitan ditangani di Puskesmas dengan pemberian vaksin anti rabies. Tidak ada kasus yang berlanjut ke rumah sakit,” jelasnya.
Pasaman memiliki sekitar 5.000 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) yang menjadi fokus pengawasan, terutama di Kecamatan Dua Koto dan Rao. “Sampai sekarang belum ada kasus rabies. Ini menunjukkan hasil positif dari vaksinasi dan pemantauan yang kita lakukan,” tambah Maimunah.
Dinas Pertanian juga terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari hingga jorong untuk memantau kesehatan hewan peliharaan. “Jika ditemukan hewan dengan ciri rabies, langsung dilakukan penanganan. Dampak vaksinasi ini cukup signifikan, delapan bulan terakhir tidak ada kasus rabies,” ujarnya. (nst)