Home » Endarmy Salurkan Modal Usaha, UMKM Didorong Lepas dari Jerat Pinjol dan Rentenir

Endarmy Salurkan Modal Usaha, UMKM Didorong Lepas dari Jerat Pinjol dan Rentenir

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG PARIAMAN, KP — Ketergantungan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada rentenir dan pinjaman online (pinjol) masih menjadi persoalan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Banyak pelaku usaha kecil yang terjebak dalam jeratan bunga tinggi demi memenuhi kebutuhan modal, namun justru berujung pada kesulitan ekonomi.

Menjawab persoalan tersebut, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumbar, Endarmy, menyalurkan bantuan modal usaha ringan secara langsung kepada para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor kuliner sarapan pagi. Bantuan senilai Rp500 ribu per orang ini diberikan kepada 50 pelaku UMKM pada tahap pertama.

Menariknya, seluruh bantuan tersebut berasal dari dana pribadi Endarmy, sebagai bentuk komitmen dan kepeduliannya terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Modal kecil ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi ibu-ibu penjual lontong, bubur, dan nasi goreng di pagi hari, ini sangat berarti. Kita ingin mereka tidak lagi terjebak pinjol atau rentenir yang justru membebani ekonomi rumah tangga,” ujar Endarmy yang juga Ketua Gerakkan Restorasi Peagang dan UKM (GARPU) Sumbar sayapnya Partai NasDem, Kamis (24/7).

Program ini difokuskan kepada para perempuan pelaku UMKM yang setiap pagi membuka usaha kuliner untuk menopang penghasilan keluarga. Selain di Padang Pariaman, bantuan ini juga disalurkan kepada pelaku UMKM di Kota Pariaman.

“Kita mulai dari 20 UMKM dulu, tapi insyaallah ini akan terus berkembang. Ini bukan program bantuan satu kali, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rakyat kecil,” tegas Anggota Komisi V DPRD Sumbar itu.

Endarmy juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif menghadirkan skema pembiayaan mikro yang mudah diakses dan ramah bagi UMKM, agar mereka tidak lagi menjadikan pinjaman ilegal sebagai jalan keluar.

“UMKM jangan hanya dijadikan jargon dalam pidato-pidato seremonial. Mereka harus benar-benar disentuh dan diberdayakan, karena di sanalah wajah ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” pungkasnya. (fai)

 

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?