AGAM, KP – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai menangani kerusakan parah pada ruas jalan Manggopoh–Padang Luar. Akses vital bagi masyarakat ini mengalami kerusakan signifikan setelah menjadi jalur alternatif utama pasca-bencana banjir bandang yang memutus akses Padang–Bukittinggi via Lembah Anai, beberapa waktu lalu.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, meninjau langsung pelaksanaan perbaikan jalan pada segmen Simpang Padang Luar–Simpang Balingka, Rabu (14/5). Penanganan jalan ini dilaksanakan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar.
Tahap awal perbaikan difokuskan pada sepanjang 2,2 kilometer dari total panjang ruas 6,5 kilometer. Titik-titik yang diperbaiki merupakan lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah dan mendesak untuk segera ditangani.
Mahyeldi menjelaskan, prioritas penanganan diberikan pada jalan yang kondisinya paling rusak.
“Ini sangat penting karena ruas ini menjadi jalur alternatif utama sejak terputusnya akses Lembah Anai,” ujar Mahyeldi, di kawasan Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu.
Ia menyebut, sisa jalan sepanjang 4,3 kilometer akan diperbaiki secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Ruas Manggopoh–Padang Luar mengalami kerusakan parah menyusul meningkatnya beban kendaraan berat yang melintas. Kondisi ini menyebabkan badan dan bahu jalan mengalami kerusakan signifikan.
Di sela-sela peninjauan, Gubernur Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan. Ia menekankan bahwa kerusakan jalan sering kali terjadi akibat tersumbatnya saluran air, sehingga genangan menggerus struktur jalan.
“Kita mohon kerja sama masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase di sisi jalan. Jangan sampai upaya perbaikan ini sia-sia karena saluran air tersumbat dan menimbulkan genangan,” tegas Mahyeldi.
Perbaikan ruas jalan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengendara, serta memperlancar arus logistik dan mobilitas warga antara dua kota utama Sumbar, Padang dan Bukittinggi. (fai)