LIMAPULUH KOTA, KP – Camat Situjuah Limo Nagari, Rumelia mengatakan, terdapat 19 kasus/angka Stunting di kecamatan tersebut.
Angka itu diharapkan bisa turun dan tidak bertambah kedepannya. Untuk itu perlu peranan semua pihak untuk penurunan ataupun pencegahan.
Hal itu disampaikan Rumelia dalam sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting yang digelar BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama sebagai mitra kerja di Lapangan Volly Jorong Kociak Nagari Situjuah Gadang, Jumat (26/1).
Kegiatan itu diikuti puluhan masyarakat dari berbagai Jorong di Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.
Camat menjelaskan, semua pihak harus berupaya untuk melakukan penurunan ataupun pencegahan bertambahnya kasus serupa. Salah satunya dengan menyiapkan anak-anak sebelum menikah (Calon pengantin) dengan gizi yang baik.
“Upaya pencegahan yang dapat kita lakukan tidak bertambahnya kasus stunting, dengan menyiapkan anak-anak sebelum menikah dengan gizi yang baik, ” tambahnya.
Camat juga menyebut, selama ini permasalahan yang banyak dikeluhkan kader KB adalah ibu-ibu yang memiliki anak yang enggan datang ke Posyandu setelah mengetahui anak mereka Stunting, setelah ditelusuri ternyata bapak/suami yang melarang.
Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi Sumbar, diwakili Nurbaiti Jabang menyebut, di Limapuluh Kota setelah dilakukan intervensi jumlah atau angka anak beresiko stunting yang semula berjumlah 28 ribu lebih (2022) turun jadi 24 ribu.
Ia juga menambahkan, stunting tidak hanya masalah tinggi badan, namun juga tingkat kecerdasan. Stunting tidak bisa turun jika Bapak/ayah tidak ikut berperan/acuh saja. “Butuh Kepedulian kita semua,” tutupnya.
Sedangkan, Ade Rezki Pratama, anggota DPR-RI Dapil Sumbar 2 itu menyebutkan, penurunan dan pencegahan stunting harus libatkan semua pihak, sebab tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan pihak-pihak terkait saja.
Ade juga menyebut, stunting merupakan tanggung jawab bersama, dimana salahsatunya disebabkan kurang gizi kronis.
Anggota DPR-RI dua periode itu juga berharap peranan ayah atau bapak untuk ikut melakukan pencegahan atau penurunan stunting. Bapak atau ayah tidak bisa acuh terhadap masa depan anaknya. (dst)
