Home » Ketua DPRD Sumbar Bagikan Kisah Hidup di LDK SMK: Dari Buruh Angkut hingga Parlemen

Ketua DPRD Sumbar Bagikan Kisah Hidup di LDK SMK: Dari Buruh Angkut hingga Parlemen

Redaksi
A+A-
Reset

SOLOK, KP – Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, memotivasi para pengurus OSIS SMK se-Kota dan Kabupaten Solok untuk menjadi pemimpin masa depan. Dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMK Negeri 1 Kota Solok, Senin (25/8), ia berbagi kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan—mulai dari bekerja di pabrik karet, menjadi buruh angkut, hingga akhirnya dipercaya memimpin DPRD Sumbar.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menceritakan perjalanan hidupnya sejak remaja. Ia pernah menjadi penyelam lokan, bekerja sebagai tukang kayu, hingga menjadi buruh angkut di toko bangunan demi membiayai sekolah. “Waktu SMA, paginya saya sekolah, setelah itu bekerja di pabrik karet yang jaraknya satu jam perjalanan dengan jalan kaki,” ungkapnya.

Saat kuliah di jurusan Fisika, Muhidi juga harus bekerja di usaha fotokopi. Setelah lulus, ia mengajar di MTsN Adabiah, kemudian menjadi dosen di salah satu universitas di Sumbar sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.

“Semua itu saya jalani dengan sabar. Kuncinya adalah menambah teman, berbagi dengan ikhlas, dan menjadikan setiap kesulitan sebagai peluang. Barang siapa yang bermanfaat untuk orang lain, dialah yang akan bertahan,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan, motivasinya masuk ke dunia politik lahir dari keinginan membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat. “Kalau ingin benar-benar berkontribusi, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Itulah mengapa saya memilih jalan menjadi wakil rakyat, hingga dipercaya memimpin DPRD Sumbar,” tambahnya.

Muhidi juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan kejujuran, gotong royong, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kepemimpinan. “Teruslah membaca, teruslah belajar. Semakin banyak ilmu yang kalian bagikan, semakin matang diri kita. Pemimpin itu harus punya seni mempengaruhi, seni mempertahankan, dan seni mempertanggungjawabkan. Ingat, doa ibu, doa istri, dan doa anak perempuan adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Selain itu, Muhidi menekankan agar para generasi muda selalu berpijak pada falsafah Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan. “Jangan pernah menyakiti perempuan, dan selalu jadikan doa mereka sebagai pegangan dalam melangkah,” pesannya.

Kegiatan LDK ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang siswa peserta LDK, Rafi, mengaku termotivasi dengan kisah yang disampaikan Muhidi.

“Kami tidak menyangka seorang Ketua DPRD punya perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk tidak menyerah, apapun kondisi yang dihadapi. Cerita beliau membuat kami lebih yakin bahwa kerja keras dan keikhlasan bisa mengantarkan pada keberhasilan,” ucapnya penuh semangat.

Para siswa lainnya pun menyampaikan hal serupa. Mereka menilai kisah hidup Ketua DPRD Sumbar menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, kesabaran, dan komitmen untuk terus bermanfaat bagi sesama. (fai)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?