PESISIR SELATAN, KP – SMA Negeri 2 Painan menerima kunjungan resmi dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Andri Yodidarma dan Ibrahim Aji Pardede, Kamis (31/7). Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan titik pantau Adipura dan proses verifikasi sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2025.
Turut hadir dalam kunjungan itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkimtan dan LH) Kabupaten Pesisir Selatan, Hardi Darma Putra.
Rombongan disambut langsung Kepala SMA Negeri 2 Painan, Erisman, beserta para guru, staf, dan siswa. Penyambutan dilakukan secara sederhana namun hangat dengan menampilkan hasil karya siswa di bidang pengelolaan lingkungan.
SMAN 2 Painan sebelumnya telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah itu kini diusulkan naik status menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri, kategori tertinggi dalam program pendidikan lingkungan hidup di Indonesia.
SMAN 2 Painan juga menjadi salah satu titik pantau strategis dalam penilaian program Adipura di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini menunjukkan peran aktif sekolah dalam mendukung upaya pemerintah daerah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kunjungan itu, perwakilan KLHK meninjau sejumlah fasilitas lingkungan di sekolah, seperti taman, tempat pengelolaan sampah, bank sampah, dan area edukasi lingkungan hidup. Para siswa turut memandu kunjungan dengan menjelaskan berbagai program lingkungan yang telah berjalan.
Kepala SMAN 2 Painan, Erisman, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari KLHK. Ia menegaskan, kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan.
Sementara itu, Andri Yodidarma menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari verifikasi lapangan untuk menilai sejauh mana praktik nyata pendidikan lingkungan diterapkan di sekolah calon Adiwiyata Mandiri.
Menurutnya, keterlibatan aktif siswa, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adiwiyata. Oleh karena itu, kolaborasi dan keberlanjutan program sangat ditekankan dalam proses verifikasi.
Kepala Dinas Perkimtan dan LH Pesisir Selatan, Hardi Darma Putra, turut mengapresiasi SMAN 2 Painan yang telah menjadi percontohan dalam pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup. Ia berharap sekolah-sekolah lain juga bisa meniru keberhasilan tersebut.
“Ini bukti nyata bahwa sekolah bisa menjadi agen perubahan,” katanya. (don)
