PAINAN, KP – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, menyampaikan dukungannya terhadap program makan siang gratis yang digagas pemerintah. Namun, ia menekankan pentingnya prioritas bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
“Program makan siang gratis ini adalah langkah positif untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Tetapi alangkah baiknya jika fokus utamanya diberikan kepada daerah 3T dan wilayah miskin yang masih kesulitan mendapatkan akses makanan bergizi,” ujar Lisda kepada wartawan di Painan, Rabu (22/1).
Menurut Lisda, daerah 3T menghadapi berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur minim hingga keterbatasan ekonomi. Kondisi ini membuat banyak keluarga tak mampu menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. “Jika prioritas diberikan pada wilayah ini, dampaknya akan langsung terasa dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Lisda juga menyinggung angka stunting yang tinggi di daerah-daerah terpencil. Dengan mengarahkan program makan siang gratis ke wilayah 3T, ia yakin target pemerintah untuk menekan angka stunting dapat tercapai, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Anggaran besar yang dibutuhkan untuk program makan siang gratis, menurut Lisda, harus digunakan dengan cermat. Ia menyebut alokasi anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 70 triliun per tahun perlu dikelola secara efisien.
“Anggaran sebesar itu tentu sangat besar dan memberatkan jika hanya bertumpu pada APBN. Jika fokus diarahkan ke daerah 3T dan wilayah dengan penduduk miskin terbanyak, anggaran bisa lebih terarah dan efisien,” jelasnya.
Lisda juga menyoroti usulan penggunaan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendukung program ini. Meski idenya menarik, ia mengingatkan agar kajian mendalam dilakukan sebelum melibatkan dana zakat. “Dana BAZNAS itu amanah untuk membantu fakir miskin dan dhuafa. Pemanfaatannya harus sesuai kaidah, jangan sampai melanggar aturan Islam,” tegasnya. (don)
