SOLOK, KP – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Solok. Mantan Bupati Solok dua periode, Gusmal Datuak Rajo Lelo, mengembuskan napas terakhir pada Minggu (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB dalam usia 71 tahun. Tokoh birokrat senior ini berpulang menjelang waktu Magrib berkumandang.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian pemimpin yang telah memberikan dedikasi besar bagi kemajuan daerah. Gusmal dikenal sebagai sosok yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan selama masa jabatannya.
“Almarhum merupakan sosok pemimpin yang telah memberikan dedikasi, pengabdian, dan kontribusi besar bagi pembangunan serta kemajuan Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, mengonfirmasi bahwa almarhum berada di rumah duka di Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Rencananya, jenazah Bupati Solok periode 2005–2010 dan 2016–2021 tersebut akan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Senin (9/2).
Profil Singkat Gusmal
Gusmal yang lahir pada 22 Juni 1954 di Koto Gadang, Kecamatan Gunuang Talang, merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Mengawali karier sebagai staf di Bappeda pada 1985, ia meniti tangga jabatan dari bawah hingga mencapai posisi puncak di birokrasi dan politik daerah.
Semasa pengabdiannya, Gusmal pernah mengemban berbagai jabatan strategis, di antaranya Kepala Kantor PMD (1997), Kepala Bappeda (2001), hingga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok pada 2004.
Puncak kariernya tercatat saat ia terpilih sebagai Bupati Solok untuk dua periode. Periode pertama pada 2005–2010 berpasangan dengan Desra Ediwan Anantanur, dan periode kedua pada 2016–2021 bersama Yulfadri Nurdin. Selama memimpin, penyandang gelar Datuak Rajo Lelo ini dikenal sangat fokus pada penguatan sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur daerah.
Selain di pemerintahan, Gusmal juga aktif dalam dunia politik dengan menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Solok. Ia meninggalkan seorang istri, Desnadevi, dan keluarga besar yang selama ini mendukung dedikasinya untuk kemajuan Kabupaten Solok.
Kabar berpulangnya Gusmal memicu rasa kehilangan mendalam bagi masyarakat Solok. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang rendah hati dan memiliki komitmen tinggi terhadap pelayanan publik. (ak/*)