PASAMAN, KP – Suasana Kota Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, tampak semarak saat ratusan Bundo Kanduang dari berbagai kecamatan, nagari, serta perwakilan instansi vertikal dan SKPD mengikuti parade budaya dan makan bajamba memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Pasaman, Rabu (8/10).
Pawai budaya yang membawa bakul bajamba itu dilepas langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Forkopimda di halaman Kantor Bupati. Rombongan berjalan melewati Jalan Sudirman hingga finis di GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping.
Sepanjang rute, para peserta tampil anggun mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan suntiang di kepala, diiringi tabuhan tambua tasa yang menambah semarak suasana.
Bupati Welly Suhery menyebut kegiatan makan bajamba menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan budaya masyarakat Pasaman. Ia menegaskan, tradisi ini juga wujud pelestarian adat Minangkabau yang sarat nilai gotong royong dan persaudaraan.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk melestarikan adat sekaligus mempererat silaturahmi Bundo Kanduang dari 12 kecamatan dan 62 nagari, ditambah 33 SKPD serta instansi vertikal lainnya,” ujar Welly.
Ia berharap momentum HUT ke-80 Pasaman dapat memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan daerah yang berlandaskan nilai ‘adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah’.
Parade makan bajamba dimulai dengan barisan organisasi wanita dan sejumlah OPD seperti Setda, Bakeuda, Inspektorat, BKPSDM, serta RSUD TIB, disusul instansi vertikal lainnya. Kegiatan makan bajamba bersama digelar di GOR Tuanku Rao sebagai puncak acara penuh makna kebersamaan dan pelestarian tradisi Minangkabau. (nst)