Home » Pasaman Dorong Sinergi Pendamping Desa Percepat Pembangunan

Pasaman Dorong Sinergi Pendamping Desa Percepat Pembangunan

Redaksi
A+A-
Reset

PASAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat sinergi dengan tenaga pendamping desa untuk mempercepat pembangunan di tingkat nagari. Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunte, menyebut nagari merupakan ujung tombak pembangunan daerah yang perannya sangat strategis.

“Sinergi antara pendamping desa dan pemerintah daerah sangat krusial untuk mendukung percepatan pembangunan, pengelolaan dana desa, serta pengembangan potensi ekonomi lokal seperti pariwisata dan pertanian,” ujar Parulian, saat membuka rapat koordinasi tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Pasaman di Gedung Pertemuan Anak Nagari Durian Tinggi, Rabu (16/7).

Ia menyebut, pemerintah pusat telah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp69,2 miliar untuk 62 nagari di Kabupaten Pasaman pada 2025. Dana tersebut diprioritaskan untuk program strategis, seperti penanganan kemiskinan ekstrem, peningkatan layanan dasar, serta penguatan ketahanan dan potensi desa, sesuai dengan pedoman Permendes.

Parulian menegaskan, pemerintah nagari diwajibkan mengalokasikan dana untuk penanganan kemiskinan ekstrem hingga 15 persen, serta mendukung program lainnya seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), penguatan desa adaptif terhadap perubahan iklim, penanggulangan stunting, dan penyediaan layanan dasar kesehatan.

“Dukungan terhadap program ketahanan pangan juga harus mendapat porsi minimal 20 persen, termasuk pengembangan potensi desa, desa digital, hingga pelaksanaan pembangunan berbasis padat karya dan penggunaan bahan lokal,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Tenaga Pendamping Profesional (TPP), pemerintah nagari, dan pemerintah daerah agar seluruh program dapat terlaksana secara optimal.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Hasrizal, menyampaikan bahwa sinergi antara pendamping desa dan pendamping lokal desa merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Koordinasi yang baik sangat penting untuk memastikan program desa berjalan sesuai sasaran,” ujarnya.

Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman, Muhammad Sjahbana Sjams menambahkan, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat kapasitas dan sinergi pendamping desa, termasuk dalam perencanaan pembangunan, penyaluran BLT, penguatan BUMDes, dan pencegahan stunting.

Ia berharap pendamping desa dapat bekerja berdasarkan prinsip keterbukaan, berjenjang, dan berorientasi pada pemberdayaan serta kemandirian masyarakat.

“Yang terpenting, TPP harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan di nagari,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa capaian Indeks Desa di Pasaman menunjukkan perkembangan signifikan, dengan tidak ada lagi nagari berstatus sangat tertinggal. Saat ini di Pasaman terdapat 12 nagari berstatus Mandiri, 30 berstatus Maju, dan 20 berstatus Berkembang. (nst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?