Pasaman Kirim 61 CPMI ke Jepang, Genjot Program Perluasan Lapangan Kerja

Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama Wakil Bupati Pasaman, Parulian foto bersama dengan para peserta Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) angkatan pertama dari LPK AIFA Sumatera Barat di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (22/6).

PASAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus menggenjot realisasi Program Unggulan (Progul) di sektor ketenagakerjaan dengan melepas 61 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan mengikuti seleksi dan penempatan kerja ke Jepang.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja produktif guna menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membuka berbagai akses kerja, baik melalui penguatan UMKM, peningkatan investasi, maupun kerja sama dengan lembaga pelatihan dan perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Pelepasan CPMI ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan akses pekerjaan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Pasaman,” ujar Welly disela-sela pelepasan para peserta CPMI angkatan pertama dari LPK AIFA Sumatera Barat di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (22/6).
Ia menyebut, sebelumnya Pemkab Pasaman juga telah melaksanakan job fair di GOR Tuanku Rao yang menghadirkan 21 perusahaan dan diikuti 1.581 pencari kerja, sebagai upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal.

Dalam program penempatan ke luar negeri ini, sebanyak 10 orang diberangkatkan melalui LPK AIFA Sumatera Barat untuk penempatan kerja, 30 orang melalui LPK HOSHI HIKARI untuk seleksi program magang IM Japan, serta 21 orang lainnya melalui PT BREXA yang telah dinyatakan lulus pelatihan.

Bupati Welly menegaskan, program ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan pengalaman internasional bagi generasi muda Pasaman.

“Kita ingin anak-anak Pasaman tidak hanya memiliki keterampilan di dalam negeri, tetapi juga memiliki pengalaman kerja di luar negeri,” katanya.

Ia juga meminta OPD teknis untuk terus memperkuat pendampingan agar penempatan tenaga kerja dilakukan secara prosedural, aman, dan terlindungi.

Kepada para CPMI, Bupati berpesan agar menjaga nama baik daerah serta menunjukkan etos kerja yang baik selama berada di Jepang. “Jaga nama baik Pasaman dan Indonesia. Tunjukkan disiplin dan kemampuan terbaik sebagai duta daerah,” pesannya. (*/red)

Related posts

Permudah Warga Bayar Pajak, Samsat Keliling Padang Datangi Titik Strategis Keramaian

Tekan Pengangguran, 16 Pemuda Manggopoh Tuntas Ikuti Pelatihan Servis HP di BLK

Lintau Buo Utara Juara Umum