Home » Pemkab Pasaman Gelar Deteksi Bakat Olahraga Siswa SD/MIN 2026

Pemkab Pasaman Gelar Deteksi Bakat Olahraga Siswa SD/MIN 2026

Redaksi
A+A-
Reset

PASAMAN, KP — Upaya memperkokoh fondasi olahraga daerah dari lingkungan Sekolah Dasar (SD) terus mendapat dukungan kuat di Kabupaten Pasaman. Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Salamat Simamora, mendukung penuh pelaksanaan program ‘Talent Identification Development’ (TiD) atau deteksi dan identifikasi bakat olahraga bagi siswa SD/MIN se-Kabupaten Pasaman Tahun 2026.

Kegiatan yang berpusat di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping tersebut terealisasi berkat pemanfaatan dana pokok-pokok pikiran (pokir) Salamat Simamora, yang dikerjasamakan secara terpadu dengan Yayasan Sekora serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman melalui Dinas Pendidikan.

Rangkaian program strategis ini diawali dengan pelaksanaan pelatihan khusus bagi para instruktur dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Tahapan kemudian dilanjutkan dengan aksi deteksi dan identifikasi bakat olahraga langsung kepada para siswa SD/MIN guna memetakan serta mengklasifikasikan potensi atlet cilik Pasaman secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Menyiapkan dan menggembleng generasi atlet sejak usia dini mesti menjadi langkah taktis bagi Pasaman dalam mendongkrak kapasitas sumber daya manusia di sektor olahraga pada masa mendatang,” ujar Salamat Simamora memaparkan urgensi program.

Ia menilai, lingkungan sekolah harus dikonversi menjadi titik awal penting dalam membangun masa depan olahraga daerah. Oleh sebab itu, para guru PJOK mengemban peran sentral sebagai garda terdepan yang mengenali karakteristik, kemampuan fisik, dan minat bakat peserta didik.

Apresiasi senada dituturkan Bupati Pasaman, Welly Suhery. Ia memuji sistem pengujian bakat yang dikembangkan oleh Yayasan Sekora. Menurut Bupati, pola pembinaan prestasi tidak boleh dilakukan secara instan, melainkan harus berbasis data ilmiah agar mampu melahirkan generasi muda yang sehat fisik, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Sementara, Ketua Yayasan Sekora, Prof. Syahrial Bakhtiar menekankan bahwa komitmen besar dari Salamat Simamora ini menjadi jembatan utama bagi lahirnya pahlawan olahraga daerah. Lewat program ini, ia optimis Pemkab Pasaman nantinya akan memiliki keunggulan berupa kepemilikan ‘big data’ keberbakatan olahraga yang valid dari berbagai cabang olahraga.

Langkah ini juga dipastikan berjalan linier dengan instruksi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Regulasi tersebut mematok target deteksi bakat terhadap 250 ribu calon atlet pada periode 2025–2030 sebagai bagian dari persiapan jangka panjang Indonesia menyongsong kesiapan menjadi tuan rumah Olimpiade. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?