BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi meluncurkan Program “1 Rumah 1 Sarjana” sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Bukittinggi Hebat di Bidang Pendidikan. Program ini bertujuan untuk memastikan setiap rumah di Bukittinggi memiliki setidaknya satu lulusan sarjana.
“Setelah melalui proses seleksi yang profesional, ditetapkan 10 orang yang berhasil lulus seleksi Program Beasiswa kerja sama antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock,” ungkap Pj Wali Kota Bukittinggi, Hani Syofiar Rustam, Jumat (4/10).
Program ini merupakan salah satu langkah konkret Pemko Bukittinggi dalam mencapai visi “Bukittinggi Hebat di Bidang Pendidikan” dan mendukung terciptanya sarjana dari setiap rumah di kota tersebut.
Proses seleksi dilakukan secara profesional oleh tim dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Civitas Akademika Universitas Fort De Kock. Adapun 10 orang yang lulus seleksi beasiswa ini adalah Amelia Reza Putri, Titania Fransisca, Silvia Jalani, Dita Dastrya Putri, Mutiara Tanjung, Apriliani Dwi Putri, Cica Amelia Putri, Icha Nirmala, Melisa Rizkia, dan Annisa Sahira.
Sebelumnya, Wali Kota Erman Safar (sebelum cuti Pilkada) menyatakan bahwa program “1 Rumah 1 Sarjana” akan dibuka secara resmi sehingga masyarakat bisa mendaftarkan putra-putrinya melalui kelurahan atau dijaring oleh bagian Kesra. Namun, ia mengingatkan bahwa kuota untuk program ini terbatas. “Nanti ibu-ibu bisa mendaftar secara resmi lewat kelurahan, atau melalui bagian Kesra. Tapi kuotanya terbatas,” ujar Erman.
Erman juga menambahkan, Pemko Bukittinggi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk program ini, yang dibagi menjadi dua bagian: Rp 500 juta untuk mahasiswa yang kuliah di Sumatera Barat, dan Rp 500 juta lagi untuk mereka yang berkuliah di Timur Tengah.
“Kuotanya memang terbatas. Kami hanya menganggarkan Rp 1 miliar, setengahnya untuk yang kuliah di Sumatera Barat dan setengah lagi untuk yang kuliah di Timur Tengah,” tutupnya. (ant)