SAWAHLUNTO, KP — Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperkuat program pemberdayaan lansia sebagai bagian dari strategi peningkatan ketahanan sosial berbasis keluarga dan komunitas. Hal ini tercermin dalam audiensi Wali Kota Riyanda Putra bersama peserta Sekolah Lansia “La Sa Iyo” di Taman Satwa Kandi, Rabu (30/7).
Sekolah Lansia “La Sa Iyo” di Desa Talawi Mudiak merupakan inisiatif kolaboratif antara pemerintah desa, Pemko Sawahlunto, BKKBN, dan Kementerian Agama. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Di tengah tantangan demografi, lansia tidak boleh disisihkan. Mereka tetap bisa berperan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial,” ujar Wali Kota Riyanda didampingi Ketua TP-PKK Ny. Yori Gemitia Riyanda.
Dalam audiensi tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan kegiatan luar ruang dan prosesi wisuda sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka. Menanggapi hal itu, Wali Kota menyatakan komitmen untuk memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat lansia dalam menuntut ilmu.
Materi pembelajaran dalam sekolah lansia mencakup aspek kesehatan, spiritual, hingga kesejahteraan psikososial, dan melibatkan lintas instansi seperti DinsosPMDPPA, Dinkesdalduk-KB, Kemenag, serta mitra lainnya.
Riyanda menilai, program pendidikan untuk lansia bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk menjaga kohesi dan solidaritas antar-generasi di masyarakat. (mas)
