PAYAKUMBUH, KP – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H sekitar dua bulan lagi, peternak di Kota Payakumbuh mulai menyiapkan stok sapi kurban. Tingginya permintaan hewan kurban, baik untuk kebutuhan Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota, membuat peternak harus mendatangkan sapi dari luar daerah.
“Stok sapi mulai kami siapkan sejak tiga bulan lalu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Idul Adha,” ujar Toto Setiawan, peternak di Kelurahan Tigo Koto di Baruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Senin (21/4).
Menurutnya, sebagian besar sapi didatangkan dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, seperti Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pematang Siantar, dan Tebing Tinggi.
“Di daerah tersebut, lahan peternakan luas dan pakan ternak mudah didapat. Ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sapi kurban yang di Payakumbuh dan Limapuluh Kota bisa mencapai sekitar 6.000 ekor per tahun. Sementara peternak lokal hanya mampu memenuhi sekitar 1.000 ekor,” jelasnya.
Permintaan sapi kurban yang mulai meningkat berdampak langsung pada kenaikan harga. Saat ini, harga seekor sapi usia tiga tahun berkisar antara Rp14 juta hingga Rp18 juta per ekor, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp11 juta hingga Rp12 juta.
“Alhamdulillah, sudah ada 10 ekor dari 80 sapi kami yang dipesan langsung untuk kurban,” tambah Toto.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Toto mengaku selektif dalam memilih sapi dari luar daerah dan melakukan vaksinasi terhadap hewan yang telah masuk ke kandang.
“Jika ada program vaksinasi dari pemerintah, tentu kami akan ikuti. Kalau tidak, kami lakukan vaksinasi mandiri demi menjaga kesehatan ternak,” ujarnya sembari berharap harga sapi tetap stabil hingga hari raya kurban mendatang. (dst)
