PADANG, KP — Permintaan global terhadap produk pertanian asal Sumbar, khususnya pinang, terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya ekspor pinang ke berbagai negara, termasuk India.
Baru-baru ini, Karantina Sumbar mengawasi langsung pengiriman ekspor 140 ton pinang biji senilai Rp1,9 miliar dengan tujuan India. Kepala Karantina Sumbar, Ibrahim, menegaskan komitmennya untuk memastikan kualitas dan keamanan produk pertanian Indonesia yang diekspor sesuai dengan standar internasional.
“Pinang biji yang akan dikirim ke India telah melalui proses perlakuan khusus untuk memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan. Dengan langkah ini, kami dapat menjaga reputasi produk pertanian Indonesia di pasar global,” ujar Ibrahim dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (21/11).
Proses perlakuan ini melibatkan tindakan untuk mencegah kontaminasi cendawan selama pengiriman. Ibrahim juga menambahkan bahwa negara pengimpor seperti India menerapkan persyaratan ketat yang menuntut kualitas tinggi.
“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap tahapan ekspor, mulai dari persiapan hingga pengiriman, untuk memastikan produk aman dan sesuai standar,” tambahnya.
India merupakan salah satu pasar utama bagi pinang Indonesia, yang didorong oleh kebiasaan konsumsi pinang di masyarakat India serta kebijakan pemerintah setempat yang mendukung impor komoditas ini. Pengiriman ekspor pinang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya Sumbar. Selain meningkatkan devisa negara, ekspor ini juga berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja baru dan kesejahteraan petani pinang lokal.
“Ekspor pinang ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bukti bahwa produk pertanian Sumbar mampu bersaing di pasar global,” pungkas Ibrahim. (ip)
