Home » Presiden Jokowi Perintahkan Segera Bangun Sabo Dam

Presiden Jokowi Perintahkan Segera Bangun Sabo Dam

Redaksi
A+A-
Reset

AGAM, KP – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta istri Iriana Joko Widodo, meninjau langsung area terdampak bencana longsor dan banjir bandang lahar dingin di Kabupaten Agam, Selasa (21/5). Presiden Jokowi dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.18 WIB.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam peninjauan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Kusworo, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Agam Andri Warman, dan pejabat terkait lainnya.

Di area tersebut, Presiden Jokowi meninjau proses pembersihan puing yang tengah dilakukan para anggota TNI dari berbagai matra dan Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Sejumlah alat berat juga tampak dikerahkan untuk membersihkan material bencana.

Presiden Jokowi memandang bahwa penanganan bencana di Sumbar, termasuk di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar sudah berjalan dengan baik. Langkah-langkah tersebut mencakup evakuasi korban, penanganan pengungsi, hingga pembangunan infrastruktur darurat.

“Pembangunan jalan juga jembatan-jembatan darurat semuanya sudah dilakukan dan masih ada yang masih dalam proses, ini yang kita kejar agar semuanya secepatnya kembali normal,” ujar Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media.

Presiden menyebut, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan bagi hunian warga yang terdampak untuk direlokasi dan Kementerian PUPR segera membangun hunian tersebut.

“Kemudian juga untuk rumah-rumah yang rusak ada 625 rumah, baik yang berat, yang sedang, maupun yang ringan. Yang berat ada 159 rumah, sudah terdata semuanya. Nanti kalau ada yang memang harus direlokasi, direlokasi. Tadi Pak Bupati, Pak Gubernur, sudah menyiapkan lahannya, sehingga segera nanti ada penetapan lokasi. Kementerian PU akan saya perintah untuk segera dimulai karena barangnya yang untuk membangun itu sudah siap,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara menegaskan, upaya evakuasi telah dilakukan dengan fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan dan memastikan ketersediaan logistik untuk pengungsi.

“Mengenai yang belum ketemu, korban yang belum ketemu agar diupayakan, kemudian juga masalah logistik harian untuk para pengungsi, saya lihat juga masih baik dan logistiknya juga masih cukup untuk tiga minggu ke depan,” ujarnya.

Presiden juga memerintah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera membangun enam sabo dam untuk wilayah rawan bencana lahar dingin.

“Untuk urusan lahar dingin, setelah dihitung oleh Kementerian PU dibutuhkan sabo dam 56, yang ada sekarang baru dua, sehingga diperlukan tambahan lagi yang banyak. Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang sangat penting, ada enam harus dimulai segera,” ujarnya.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, proses penanganan bencana telah memasuki hari ke-11 dan semuanya berjalan dengan lancar. Saat ini tim gabungan berfokus pada pencarian korban yang masih hilang dan pembersihan material bencana.

“Di pinggang-pinggang gunung itu banyak material yang ini harus kita waspadai jangan sampai ada bencana susulan,” ujarnya.

Kepala Basarnas Kusworo menambahkan, saat ini masih ada 11 korban yang dinyatakan hilang. Sementara, korban meninggal dunia ada 61 orang dengan 59 di antaranya sudah teridentifikasi. Sedangkan dua lainnya belum teridentifikasi. (setkab)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?