PADANG, KP — Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menggandeng PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan langkah cepat pemulihan infrastruktur sungai pasca-banjir besar yang melanda Sumatera Barat akhir tahun lalu. Sebanyak 21 sungai yang tersebar di Kabupaten Agam, Tanahdatar, dan Solok kini tengah menjalani proses normalisasi guna mengembalikan fungsi aliran air dan menjamin keamanan warga.
Pekerjaan yang mencakup total panjang sungai mencapai 35,8 kilometer ini difokuskan pada pembersihan material sisa banjir, normalisasi alur, serta perbaikan kerusakan tanggul akibat luapan air. Secara rinci, penanganan dilakukan pada 10 sungai di Kabupaten Agam, 6 sungai di Kabupaten Tanahdatar, dan 5 sungai di Kabupaten Solok.
“Penanganan sungai ini tidak hanya bersifat darurat, tapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi agar fungsi sungai kembali optimal. Melalui kolaborasi bersama KemenPU, ADHI berupaya hadir di lapangan untuk mempercepat pemulihan pasca-banjir,” ujar Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, Minggu (25/1).
Untuk mempercepat pengerjaan di lapangan, ADHI mengerahkan sedikitnya 19 unit alat berat ekskavator serta 150 personel yang terdiri dari tenaga teknis dan supervisor. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengedepankan aspek perlindungan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan dampak negatif baru bagi ekosistem sungai.
Moeharmein menambahkan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung percepatan infrastruktur nasional yang andal dan berkelanjutan. Penanganan sungai yang optimal diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana serupa di masa depan, mengingat curah hujan di wilayah Sumatera Barat yang masih fluktuatif.
“Kami berkomitmen mendukung program penanganan bencana agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” tegasnya.
Selain fokus pada penanganan pasca-bencana di Sumbar, BUMN konstruksi ini juga tercatat aktif dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya, mulai dari pembangunan jalan tol hingga infrastruktur di IKN Nusantara.
Pemulihan 21 sungai ini ditargetkan mampu mengembalikan denyut nadi ekonomi dan pertanian masyarakat yang sebelumnya sempat terganggu akibat kerusakan irigasi dan ancaman banjir susulan. (mas)
