LUBUK SIKAPING, KP – Bupati Pasaman, Sabar AS menegaskan pentingnya menyelesaikan masalah Stunting karena berkaitan dengan masa depan anak-anak dan balita.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menurunkan angka stunting, bahkan jika memungkinkan, membuatnya tidak lagi ada di Kabupaten Pasaman,” ujarnya saat menghadiri Lounching Serentak di Posyandu Lembayung Jorong Sentosa, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Duo Koto, Selasa (11/6).
Acara ini diprakarsai Puskesmas Cubadak, di bawah Dinas Kesehatan Pasaman, dengan tujuan intervensi serentak pencegahan Stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi bagi ibu hamil, anak balita, serta calon pengantin melalui kegiatan Serdadu.
Sabar AS menyebutkan bahwa keberhasilan Nagari Cubadak Tengah dalam menurunkan angka stunting dapat menjadi contoh bagi nagari lain di Pasaman. “Pemerintah telah berinovasi dan melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi stunting, melibatkan seluruh OPD, Camat, Nagari, hingga tingkat jorong, termasuk kader Posyandu,” tambahnya.
Sabar AS juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kehidupan sehat, terutama bagi anak-anak balita.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Arma Putra, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendeteksi dini masalah gizi pada ibu hamil dan balita, memberikan edukasi tentang pencegahan stunting, melakukan intervensi terhadap sasaran yang mengalami masalah gizi, serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.
Sasaran kegiatan Serdadu ini mencakup calon pengantin, ibu hamil, dan balita di Kabupaten Pasaman. “Kegiatan Serdadu dilaksanakan serentak di seluruh Posyandu di Kabupaten Pasaman,” jelas Arma Putra.
Dalam pelaksanaannya, Serdadu didukung oleh 439 Posyandu dengan total 2.195 kader. Sasaran balita mencapai 29.535 orang dan ibu hamil sebanyak 6.661 orang.
Wali Nagari Cubadak Tengah, Zulhaddi, menyoroti upaya Pemerintah Nagari dan Puskesmas setempat dalam menurunkan angka stunting melalui inovasi program gemintak manis dan Catin Na Mesra. “Kedua inovasi ini berhasil menurunkan angka stunting dari 45 orang pada tahun 2023 menjadi hanya 18 orang pada tahun 2024,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Pasaman, Ny. Denny Sabar AS, didampingi Bupati Sabar AS, juga menyerahkan bantuan makanan roti berprotein kepada anak-anak balita yang hadir pada acara tersebut sebagai bentuk perhatian dalam upaya menanggulangi penurunan angka stunting di Kabupaten Pasaman. (nst)
