PAYAKUMBUH, KP — Pemko Payakumbuh menyelenggarakan prosesi penyembelihan hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Hewan kurban berupa seekor sapi super jenis Simental dengan bobot jumbo mencapai 1,2 ton tersebut dipotong di area Masjid Al-Mutawahidah, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (27/5).
Agenda ini dihadiri Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, unsur pimpinan DPRD, jajaran kepala OPD, pemuka masyarakat, serta ratusan warga setempat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas atensi bantuan kemanusiaan ini. Sumbangsih ini merupakan wujud nyata kepedulian serta spirit berbagi dari kepala negara kepada masyarakat, khususnya bagi warga kita yang berhak dan membutuhkan,” ungkap Wako Zulmaeta.
Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna menguraikan bahwa program Banmas Presiden sejatinya telah bergulir sejak era pemerintahan Joko Widodo, namun kala itu kuotanya terbatas hanya satu ekor sapi per provinsi.
“Mulai tahun 2025 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, jangkauan bantuan diperluas secara masif hingga menyisir seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Kota Payakumbuh sendiri beruntung karena sudah dua tahun berturut-turut menerima alokasi ini. Jika tahun 2025 lalu dipusatkan di Mushalla Nurul Iman Kelurahan Balai Panjang, maka tahun ini dialokasikan di Kecamatan Payakumbuh Utara,” beber Nila.
Sapi kurban kepresidenan tahun ini merupakan hasil budidaya peternak lokal bernama Abul Khair asal Ranah Kubu Gadang. Sapi berumur empat tahun tersebut merupakan produk unggulan hasil Inseminasi Buatan (IB) menggunakan bibit pejantan dari BIB Tuah Sakato di bawah kedokteran hewan dan pendampingan teknis Dinas Pertanian. Nila memastikan, komoditas ini telah melewati fase seleksi ketat, mulai dari uji laboratorium kesehatan, kecukupan umur, hingga berat rill.
Kegiatan di lapangan telah dimulai sejak subuh dengan pengawalan ketat petugas medis veteriner. Setelah diserahkan secara simbolis oleh wali kota kepada pengurus masjid, proses eksekusi penyembelihan dipandu oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) Dt. Lelo bersama Ustaz Hannan Putra. Guna menggaransi keamanan pangan, tim pemeriksa post-mortem yang dipimpin drh. Surya langsung melakukan uji klinis organ dalam usai pemotongan sebelum seluruh paket daging didistribusikan ke rumah warga. (dst)