PADANG, KP – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong kendaraan milik perusahaan di wilayahnya agar melakukan mutasi dan balik nama ke plat nomor BA. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Rusemy, menegaskan bahwa banyak kendaraan milik pengusaha transportasi, perkebunan sawit, hingga sektor tambang masih menggunakan pelat luar daerah. Akibatnya, pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah justru mengalir ke provinsi lain.
“Setiap kendaraan yang kembali ke plat BA berarti kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Mari bersama-sama kita dukung agar Sumbar semakin maju. Pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur dan layanan publik,” ujar Vasko, Kamis (25/9).
Ia menyebutkan, jika ribuan kendaraan tersebut dimutasi ke plat BA, maka potensi PAD dari pajak kendaraan bisa meningkat hingga ratusan miliar rupiah per tahun. Dana ini dapat digunakan untuk perbaikan jalan, pembangunan sekolah, peningkatan layanan kesehatan, hingga program kesejahteraan masyarakat.
Buka Klinik Layanan di Terminal Anak Air
Untuk mempermudah proses administrasi, Pemprov Sumbar membuka Klinik Layanan Bersama di Terminal Anak Air, Padang. Layanan ini hadir sebagai pusat pelayanan satu pintu untuk: mutasi masuk kendaraan dari luar Sumbar, Balik nama kendaraan ke plat BA, Konsultasi dan informasi pajak kendaraan.
Warga atau perusahaan cukup membawa dokumen pendukung seperti BPKB asli, STNK asli, faktur pembelian (jika ada), KTP pemilik/akta perusahaan, serta hasil cek fisik kendaraan. Seluruh proses mulai dari pengisian formulir, cek fisik, pembayaran administrasi hingga pengambilan STNK dan pelat baru dapat dilakukan di lokasi.
Klinik Layanan Bersama ini buka setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Petugas siap melayani dan membantu memastikan proses berjalan cepat dan efisien.
Pemprov berharap langkah ini mendapat dukungan luas dari dunia usaha agar Sumbar memperoleh manfaat fiskal yang lebih adil sesuai penggunaan jalan dan infrastruktur yang ada. (sui)