Home » Yuni Darmi Kembali Pimpin Bundo Kanduang Pessel

Yuni Darmi Kembali Pimpin Bundo Kanduang Pessel

Redaksi
A+A-
Reset

PESISIR SELATAN, KP – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Bundo Kanduang Kabupaten Pesisir Selatan digelar di aula Kantor Kementerian Agama setempat, Rabu (30/7). Musda ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali komitmen perempuan adat Minangkabau dalam menjaga dan melestarikan nilai budaya serta peran sosial di tengah dinamika zaman.

Musda dihadiri berbagai tokoh perempuan dan pengurus organisasi Bundo Kanduang dari seluruh kecamatan. Penasihat Bundo Kanduang sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, turut hadir memberikan dukungan penuh.

Lisda Hendrajoni yang juga anggota Komisi X DPR RI, dalam sambutannya menegaskan peran Bundo Kanduang tak tergantikan di tengah masyarakat adat Minangkabau.

“Bundo Kanduang adalah penjaga marwah adat dan cahaya moral dalam keluarga dan lingkungan sosial,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa budaya Minangkabau harus dijaga bukan hanya dalam bentuk simbolik, tetapi juga praktik kehidupan sehari-hari.

“Bundo Kanduang bukan hanya pelengkap struktur adat, tapi pilar kehidupan sosial yang sesungguhnya,” ucapnya.

Dalam musda itu, peserta secara aklamasi kembali mempercayakan Yuni Darmi memimpin Bundo Kanduang Kabupaten Pesisir Selatan untuk periode ketiga. Keputusan ini diambil setelah adanya desakan dan dukungan bulat dari seluruh peserta, meski Yuni sebelumnya berniat mundur.

Penetapan kembali Yuni Darmi ini sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang memperbolehkan jabatan ketua hingga tiga periode.

Musda ke-VIII ini juga menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi program kerja sebelumnya. Para peserta berdiskusi aktif mengenai strategi dan arah gerak organisasi ke depan, termasuk penguatan nilai adat di tengah arus globalisasi.

Dalam pemaparan program kerja barunya, Yuni Darmi menyampaikan rencana penguatan pelatihan adat, bahasa Minang, dan seni tradisional dengan menggandeng lembaga pendidikan serta instansi lintas sektor. Menurutnya, langkah ini penting membentengi generasi muda dari krisis identitas.

“Budaya asing tak bisa dihindari, namun kita bisa menyiapkan generasi kita dengan akar budaya yang kuat,” ujarnya.

Yuni menambahkan, Bundo Kanduang akan hadir di nagari-nagari untuk mendekatkan pelatihan ke masyarakat, terutama kaum ibu dan remaja. (don)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?